Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Sambut Baik Gencatan Senjata Kamboja–Thailand, Nilai Sebagai Komitmen Perdamaian Jangka Panjang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

AS Sambut Baik Gencatan Senjata Kamboja–Thailand, Nilai Sebagai Komitmen Perdamaian Jangka Panjang
Foto: (Sumber: Arsip foto - Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa/aa).)

Pantau - Pemerintah Amerika Serikat menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand yang mulai berlaku pada 27 Desember 2025.

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, pada Rabu, 31 Desember 2025.

AS menilai langkah ini mencerminkan komitmen kedua negara terhadap perdamaian jangka panjang di kawasan.

Gencatan senjata tersebut juga dinilai sebagai bagian dari implementasi ketentuan dalam Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur, yang menjadi dasar diplomasi kedua negara dalam menyelesaikan konflik perbatasan.

Pembebasan Tentara Perkuat Hubungan Bilateral

Amerika Serikat juga menyambut baik keputusan pemerintah Thailand yang telah membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli 2025.

Langkah itu dipandang sebagai isyarat positif yang dapat memperkuat kembali hubungan bilateral kedua negara.

AS berharap momentum ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi stabilitas jangka panjang dan kerja sama yang lebih erat di kawasan Asia Tenggara.

Respons Internasional dan Waktu Efektif Gencatan Senjata

Dukungan terhadap gencatan senjata juga datang dari Rusia melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova, yang menyampaikan pernyataan serupa dalam konferensi pers.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Thailand, Natthaphon Narkphanit, mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja mulai berlaku pada 27 Desember 2025, pukul 12.00 waktu setempat.

Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah signifikan dalam meredakan ketegangan di kawasan dan mendorong stabilitas regional.

Penulis :
Gerry Eka