Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Hampir 170 Ribu Pengungsi Kamboja Kembali ke Rumah Usai Gencatan Senjata dengan Thailand

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Hampir 170 Ribu Pengungsi Kamboja Kembali ke Rumah Usai Gencatan Senjata dengan Thailand
Foto: (Sumber: Para pengungsi Kamboja kembali ke rumah mereka di Provinsi Battambang, Kamboja pada 30 Desember 2025. ANTARA/Agence Kampuchea Presse/Handout via Xinhua.)

Pantau - Sebanyak 167.478 pengungsi Kamboja telah kembali ke rumah masing-masing setelah gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand disepakati pada 27 Desember 2025, mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama tiga pekan di wilayah perbatasan kedua negara.

Informasi ini disampaikan melalui siaran pers resmi Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada 1 Januari 2026.

Pengungsi Kembali ke Tiga Provinsi

Dari total jumlah pengungsi yang kembali, sebanyak 110.924 orang pulang ke Provinsi Banteay Meanchey, 47.594 orang ke Provinsi Oddar Meanchey, dan 8.960 orang ke Provinsi Preah Vihear.

Meski demikian, masih terdapat 512.263 pengungsi yang saat ini tinggal di berbagai tempat penampungan aman yang disediakan pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

Gelombang kepulangan ini menjadi tanda awal pemulihan pascakonflik yang memaksa ratusan ribu warga sipil melarikan diri dari wilayah utara Kamboja untuk menghindari dampak pertempuran.

Gencatan Senjata dan Situasi Terkini

Gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand ditandatangani dalam bentuk pernyataan bersama yang menandai komitmen kedua negara untuk menghentikan eskalasi kekerasan di perbatasan.

Konflik bersenjata yang meletus pada awal Desember 2025 telah menyebabkan eksodus besar-besaran dan meningkatkan ketegangan regional di Asia Tenggara.

Pemerintah Kamboja saat ini terus memantau situasi keamanan dan melakukan penilaian kerusakan untuk memfasilitasi pemulangan pengungsi yang masih berada di tempat penampungan.

Penulis :
Gerry Eka