Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB: Lebih dari 1 Juta Warga Gaza Masih Butuh Shelter di Tengah Krisis Kemanusiaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PBB: Lebih dari 1 Juta Warga Gaza Masih Butuh Shelter di Tengah Krisis Kemanusiaan
Foto: (Sumber: Bantuan shelter masih dibutuhkan, meskipun para pekerja kemanusiaan telah mendistribusikan ribuan tenda dan ratusan ribu terpal serta barang-barang lainnya di seluruh Jalur Gaza sejak gencatan senjata berlaku, menurut kantor tersebut.)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa lebih dari satu juta orang di Jalur Gaza masih sangat membutuhkan bantuan tempat penampungan (shelter), meski berbagai upaya distribusi bantuan telah dilakukan sejak gencatan senjata diberlakukan.

Informasi ini disampaikan Kantor Juru Bicara Sekjen PBB pada Jumat, 2 Januari 2026, berdasarkan laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Jumlah tersebut setara dengan separuh populasi Gaza, menunjukkan tingginya tingkat kerentanan warga yang kehilangan perlindungan dasar.

Shelter Rusak, Krisis Kemanusiaan Semakin Dalam

Meskipun ribuan tenda, ratusan ribu terpal, dan barang bantuan lainnya telah disalurkan, kebutuhan akan shelter tetap mendesak, terutama di tengah musim dingin ekstrem.

Para pekerja kemanusiaan terus berupaya membantu keluarga yang paling terdampak, di tengah tantangan cuaca seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut yang telah merusak tenda-tenda darurat.

Situasi ini memperparah penderitaan ribuan warga Palestina yang tidak memiliki tempat tinggal layak.

Masalah Sampah dan Sanitasi Picu Risiko Kesehatan

Di sektor air, sanitasi, dan kebersihan (WASH), mitra-mitra PBB menghadapi hambatan besar dalam pengelolaan sampah padat.

Faktor penghambat mencakup kesenjangan antara jumlah sampah yang dapat diangkut dengan yang menumpuk, kerusakan infrastruktur, ketidakmampuan menjangkau tempat pembuangan akhir, dan kekurangan bahan bakar.

Program yang didukung UNICEF berhasil membersihkan sekitar 1.000 ton sampah padat setiap bulan sejak gencatan senjata, langkah yang sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga mereka.

Namun, Program Pembangunan PBB (UNDP) mencatat bahwa pengelolaan sampah padat adalah salah satu layanan yang paling terdampak di Gaza saat ini.

Hanya beberapa lokasi pembuangan sementara yang masih bisa diakses dan beroperasi, memicu ancaman lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat.

Peringatan IASC dan Seruan kepada Otoritas Israel

Dalam pernyataan terpisah tertanggal 31 Desember, Komite Tetap Antarlembaga (IASC)—yang beranggotakan berbagai entitas PBB dan mitra kemanusiaan—mendesak otoritas Israel untuk mempertimbangkan kembali rencana pelarangan terhadap organisasi nonpemerintah internasional.

IASC menekankan bahwa keberadaan organisasi-organisasi kemanusiaan sangat penting untuk menjamin kelangsungan operasi bantuan di wilayah Palestina yang diduduki.

Penulis :
Gerry Eka