
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Belarusia Maxim Ryzhenkov melakukan pembicaraan via telepon untuk membahas situasi yang tengah berlangsung di Venezuela, serta menyerukan pengembalian segera pada kerangka hukum internasional.
Keduanya menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
Desak Pembebasan Maduro dan Kecam Pelanggaran Kedaulatan
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, pembicaraan tersebut bertujuan untuk "segera mengembalikan situasi ke kerangka hukum dan memastikan penilaian hukum internasional yang komprehensif atas peristiwa yang terjadi di Venezuela."
Kedua menteri sepakat untuk mengoordinasikan upaya secara erat di berbagai platform internasional utama, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Mereka sepakat bahwa situasi saat ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan regional dan global, yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang utama, terutama penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," ungkap pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Rusia dan Belarusia bersatu dalam mengutuk keras tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Tindakan itu dinilai secara jelas melanggar norma-norma hukum internasional yang berlaku.
Lavrov dan Ryzhenkov juga mendesak agar Presiden Venezuela yang sah, Nicolas Maduro, dan istrinya segera dibebaskan dan dikembalikan ke ibu kota Venezuela.
Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Sputnik-OANA.
- Penulis :
- Gerry Eka








