
Pantau - Pemerintah Jepang mengajukan protes keras kepada Korea Utara atas peluncuran rudal balistik yang dinilai mengancam perdamaian dan keamanan nasional serta kawasan, demikian disampaikan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Minggu, 4 Januari 2026.
Koizumi menegaskan bahwa tindakan Korea Utara, termasuk peluncuran rudal sebelumnya yang dilakukan secara berulang, merupakan ancaman serius terhadap Jepang, stabilitas regional, dan komunitas internasional secara luas.
"Termasuk peluncuran rudal balistik yang berulang sebelumnya, tindakan berulang Korea Utara menimbulkan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, dan komunitas internasional secara keseluruhan," ungkapnya.
Jepang Protes melalui Jalur Diplomatik
Pemerintah Jepang menyampaikan kecaman dan protes resmi kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik lewat Kedutaan Besar Jepang di Beijing.
"Sehubungan dengan peluncuran saat ini, Jepang menyampaikan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik kedutaan besarnya di Beijing dan mengutuk keras tindakannya," ujar Koizumi.
Ia juga menegaskan bahwa peluncuran rudal balistik tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan berpotensi langsung membahayakan keselamatan warga negara Jepang.
"Peluncuran rudal balistik semacam itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan menimbulkan masalah serius yang memengaruhi keselamatan warga negara," tegasnya.
Koordinasi dengan Sekutu dan Langkah Pengamanan
Jepang menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan mitra internasional lainnya untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara.
Kementerian Pertahanan Jepang akan terus melakukan pemantauan intensif dan pengumpulan informasi untuk memastikan perlindungan maksimal bagi warganya.
"Kementerian Pertahanan Jepang akan terus melakukan segala upaya, melalui koordinasi erat dengan departemen terkait, untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, serta untuk memantau dan mengawasi guna melindungi nyawa dan harta benda warga negara," tambah Koizumi.
Sebelumnya, dinas keamanan maritim Jepang telah mengeluarkan dua peringatan terkait potensi peluncuran rudal oleh Korea Utara.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan, benda-benda hasil peluncuran mencapai ketinggian sekitar 950 kilometer dan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Rudal tersebut juga diduga memiliki lintasan manuver, namun hingga kini belum ada laporan kerusakan atau korban dari insiden tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka








