Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ratusan Warga AS Gelar Aksi Tolak Perang Venezuela usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ratusan Warga AS Gelar Aksi Tolak Perang Venezuela usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro
Foto: (Sumber: Orang-orang berpartisipasi dalam protes menentang serangan AS terhadap Venezuela di kota New York, Amerika Serikat, pada 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Zhang Fengguo)

Pantau - Ratusan orang turun ke jalan-jalan di Manhattan, New York City, pada Sabtu, 3 Januari 2026, untuk memprotes operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Unjuk rasa di Manhattan tersebut merupakan bagian dari aksi nasional bertajuk Tolak Perang di Venezuela yang digelar serentak di lebih dari 100 kota di Amerika Serikat.

Sejumlah kota yang terlibat dalam aksi nasional itu antara lain Washington, Boston, Los Angeles, Atlanta, Chicago, dan Miami.

Para pengunjuk rasa di New York City berkumpul di kawasan Times Square dengan membawa berbagai poster berisi pesan penolakan.

Poster-poster tersebut di antaranya bertuliskan "Jangan ganggu Venezuela", "AS, keluar dari Karibia", "Tolak perang untuk minyak Venezuela", dan "Pertahankan Venezuela dari imperialisme AS".

Teriakan "Pertahankan Venezuela, Bebaskan Maduro" terdengar menggema di tengah kerumunan massa.

"Perang ini bukan tentang narkoba, ini tentang minyak Venezuela," kata Karen.

Karen mempertanyakan legitimasi Amerika Serikat dalam melakukan intervensi militer ke Venezuela.

"Bagaimana mungkin Anda bisa berhak untuk ikut campur di Venezuela, untuk menyerang Venezuela?" tutur Karen.

"Rasanya seolah kita bertindak seperti penjahat," lanjutnya.

Karen menegaskan alasan kehadirannya dalam aksi tersebut.

"Kami di sini untuk mengatakan bahwa ini adalah tindakan yang tidak adil," imbuhnya.

Seorang mahasiswa asal Pakistan bernama Hassan juga menyampaikan pandangan serupa terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Hassan menilai upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk merombak pemerintahan negara lain bukanlah hal baru.

"Namun, setidaknya upaya itu sebelumnya menggunakan kedok, seperti mengatasnamakan pemulihan demokrasi di Timur Tengah," ujar Hassan.

Hassan menilai pendekatan Amerika Serikat kini semakin terbuka.

"Namun, hari ini AS tidak lagi mengenakan kedok," kata Hassan.

"Ini jelas-jelas tentang minyak dan sumber daya alam," lanjutnya.

Trump juga menyebut Maduro diterbangkan keluar dari Venezuela bersama istrinya.

Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan "mengelola" Venezuela hingga "tercapai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana."

Salah seorang orator dalam unjuk rasa tersebut menanggapi pernyataan Trump dengan nada penolakan.

"Itu tidak akan terjadi," kata orator tersebut.

Orator tersebut menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk kesombongan.

"Ini adalah arogansi," imbuhnya.

Orator itu juga menyoroti pernyataan Trump terkait sumber daya Venezuela.

"Perhatikan apa yang diucapkan Trump hari ini saat dia berkata, 'kami menginginkan semua minyak Anda, semua tanah Anda, semua aset Anda, serahkan semuanya kepada kami,'" ujar orator tersebut.

Orator tersebut menegaskan bahwa rakyat Venezuela tidak akan menerima intervensi Amerika Serikat.

"Rakyat Venezuela tidak akan menerima begitu saja AS mengelola negara mereka atau mencuri minyak, gas, emas, atau sumber daya apa pun milik mereka. Akan ada perlawanan yang kuat," katanya.

Orator tersebut menutup pernyataannya dengan penegasan sikap.

"Tidak. Era semacam itu sudah berakhir," imbuhnya.

Salah satu penyelenggara unjuk rasa tersebut adalah Answer Coalition atau Act Now to Stop War and End Racism.

Kelompok itu mengecam pengeboman terbaru yang dilakukan Amerika Serikat di Caracas serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Answer Coalition menyerukan warga Amerika Serikat untuk menolak perang berkepanjangan.

Kelompok tersebut mengajak masyarakat untuk "menolak perang tiada akhir lainnya."

Dalam pernyataannya, Answer Coalition menyoroti dampak perang terhadap rakyat Venezuela.

"Perang AS akan menyebabkan kematian dan kehancuran bagi rakyat Venezuela. Mesin perang itu menyedot banyak sekali uang pajak kita, sementara keluarga-keluarga pekerja berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata Answer Coalition.

Kelompok tersebut mengajak warga Amerika Serikat untuk turun ke jalan menyuarakan penolakan.

"Rakyat perlu turun ke jalan dan menolak perang Trump terhadap Venezuela!" katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti