
Pantau - Tujuh personel militer Amerika Serikat dilaporkan terluka dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang berlangsung pada 3 Januari lalu.
Fox News melaporkan hal ini pada Rabu, dengan mengutip seorang pejabat AS yang identitasnya dirahasiakan.
Lima dari tujuh prajurit telah kembali bertugas, sementara dua lainnya masih dalam masa pemulihan.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, menyatakan bahwa seluruh warga Amerika yang terluka berada dalam kondisi baik.
Namun, pemerintah AS belum merilis pernyataan resmi terkait jumlah korban luka dan kondisi terkini mereka.
Cedera Maduro dan Istri Saat Dievakuasi
Menurut laporan NBC yang mengutip sumber yang mengetahui langsung peristiwa tersebut, Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengalami luka-luka saat proses evakuasi.
Cedera terjadi karena mereka terbentur dinding atau pintu ketika pasukan keamanan AS membawa mereka keluar dari kediaman resmi.
Jenis luka yang dialami berupa memar dan benturan ringan.
Laporan menyebutkan bahwa cedera itu terjadi sebelum pasangan tersebut melakukan kontak dengan Pasukan Khusus Delta AS.
Keduanya langsung menjalani pemeriksaan medis di dalam pesawat yang membawa mereka ke Amerika Serikat.
Penangkapan dan Dampak Politik di Venezuela
Operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS pada 3 Januari berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan Cilia Flores.
Pasangan itu diterbangkan ke New York dan akan diadili berdasarkan hukum AS atas tuduhan narko-terorisme.
Menanggapi krisis kepemimpinan, pada 5 Januari Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai pelaksana tugas Presiden.
Pelantikan Delcy Rodríguez dilakukan di hadapan Majelis Nasional Venezuela.
- Penulis :
- Leon Weldrick








