Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Forum Mineral Masa Depan 2026 Siap Digelar di Riyadh, Hadirkan Ribuan Peserta dari Seluruh Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Forum Mineral Masa Depan 2026 Siap Digelar di Riyadh, Hadirkan Ribuan Peserta dari Seluruh Dunia
Foto: (Sumber: Ilustrasi mineral. /ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi mengumumkan penyelenggaraan Forum Mineral Masa Depan (Future Minerals Forum/FMF) tahunan kelima yang akan berlangsung pada 13–15 Januari 2026 di Riyadh, dengan tema "Fajar bagi Perjuangan Global".

Arab Saudi Tegaskan Kepemimpinan Global dalam Sektor Mineral

Wakil Menteri Khalid Al-Mudaifer menyatakan bahwa forum ini memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pemimpin global dalam membentuk masa depan sektor pertambangan dan mineral.

"Forum ini menjadi platform internasional untuk membahas pengelolaan mineral dan rantai pasokan yang bertanggung jawab," ungkapnya.

Selama empat tahun terakhir, FMF berperan penting dalam merespons tantangan sektor pertambangan, mendorong investasi, serta memastikan ketersediaan mineral guna mendukung pembangunan global.

Forum ini mempertemukan pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan mitra pengetahuan dengan satu tujuan bersama: mengamankan pasokan mineral yang dibutuhkan oleh fase pembangunan global berikutnya.

Visi FMF dibangun atas tiga pilar utama, yaitu memaksimalkan manfaat ekonomi bagi negara produsen, menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas, dan memperkuat kapasitas serta kelembagaan untuk implementasi kebijakan yang efektif.

Al-Mudaifer menekankan bahwa keterbatasan pendanaan untuk infrastruktur dan eksplorasi masih menjadi hambatan utama dalam percepatan pasokan mineral global.

Sejak diluncurkan pada 2022, FMF mengadopsi pendekatan praktis untuk mendorong peralihan dari dialog ke solusi konkret, mengembangkan model identifikasi kebutuhan infrastruktur global, menilai dampak ekonomi, dan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk mobilisasi modal multilateral serta komersial.

Forum ini juga berjalan paralel dengan pembangunan kapasitas negara pemasok melalui Jaringan Pusat Keunggulan yang dikoordinasikan oleh King Abdulaziz City for Science and Technology.

Jaringan tersebut fokus pada teknologi, inovasi, keberlanjutan, pengembangan talenta, serta menjadi penghubung antara keahlian global dan kebutuhan negara penghasil mineral.

"Tema tahun ini mencerminkan kesadaran global akan peran strategis mineral, tidak hanya untuk industri tetapi juga bagi kemajuan manusia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fase pembangunan berikutnya memerlukan kemitraan yang dapat diterapkan dan mampu menerjemahkan dialog menjadi solusi nyata.

FMF 2026 Hadirkan Lebih dari 20 Ribu Peserta dan Sejumlah Inisiatif Baru

Direktur Eksekutif FMF, Ali Al-Mutairi, menyampaikan bahwa forum ini telah berkembang menjadi platform utama yang mempertemukan pemerintah dan pemimpin sektor dari berbagai negara.

Program FMF 2026 dirancang untuk menyeimbangkan dialog strategis tingkat tinggi dan menyediakan jalur implementasi yang jelas guna memungkinkan transisi dari minat menjadi komitmen yang dapat ditindaklanjuti.

Pertemuan Meja Bundar Menteri Internasional tetap menjadi agenda utama, yang merupakan pertemuan multilateral terbesar yang dipimpin oleh pemerintah dalam sektor pertambangan dan mineral.

FMF menargetkan partisipasi dari 100 negara, 70 organisasi internasional, dan lebih dari 400 pembicara, termasuk kepala eksekutif dan pemimpin senior dari sektor otomotif, energi, dan pusat data.

Sekitar 50% dari para pembicara merupakan peserta baru, mencerminkan kemampuan forum ini untuk memperbarui dialog dan menghadirkan perspektif baru.

Direktur Strategi dan Program FMF, Aldo Pennini, menyatakan bahwa tahun ini forum akan fokus pada kualitas hasil serta mempertemukan investor, pemodal, pakar, dan pengambil keputusan melalui jalur khusus.

FMF 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 20 ribu peserta, termasuk menteri, pemimpin global, pakar, perwakilan perusahaan pertambangan internasional, organisasi internasional, akademisi, dan lembaga keuangan.

Agenda forum juga mencakup peluncuran laporan "Mineral Masa Depan" hasil kerja sama dengan McKinsey & Company.

Berbagai inisiatif baru akan diperkenalkan di forum, antara lain "Mining Investment Journey", program "Gateway to Funding" bersama Bank of Montreal, lokakarya "MinGen" untuk generasi muda dan perempuan di sektor pertambangan, platform inovasi "MinValley", dan "Knowledge Exchange".

Forum juga akan menyelenggarakan pertemuan khusus seperti Pertemuan Pemimpin Survei Geologi Internasional ketiga, Pertemuan Pusat Keunggulan dan Teknologi kedua, serta lokakarya kepemimpinan regional untuk Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin.


 

Penulis :
Ahmad Yusuf