Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Serang Iran Jika Aparat Bunuh Pengunjuk Rasa di Tengah Gelombang Protes

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Ancam Serang Iran Jika Aparat Bunuh Pengunjuk Rasa di Tengah Gelombang Protes
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. ANTARA/Anadolu/aa.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras jika aparat negara tersebut mulai membunuh para pengunjuk rasa yang terlibat dalam gelombang demonstrasi di negara itu.

Ancaman Trump dan Sikap Washington

Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan The Hugh Hewitt Show pada Kamis, 8 Januari 2026, di tengah meningkatnya aksi protes di Iran.

“Jika mereka mulai membunuh orang, yang cenderung mereka lakukan saat kerusuhan, mereka sering mengalami kerusuhan. Jika mereka melakukannya, kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” ungkap Trump.

Ia menambahkan bahwa Iran telah menerima peringatan keras dari Amerika Serikat terkait tindakan represif terhadap demonstran.

“Mereka sudah diperingatkan dengan sangat tegas, bahkan lebih tegas daripada yang saya sampaikan kepada Anda sekarang, bahwa jika mereka melakukan itu, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat,” ujar Trump.

Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan dukungan Washington terhadap para pengunjuk rasa damai, termasuk di Iran.

“Kami tentu berdiri bersama siapa pun yang terlibat dalam protes damai … yang memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Vance.

Vance juga menekankan pentingnya negosiasi terkait program nuklir Iran dan menyebut langkah paling cerdas bagi Teheran adalah melakukan “negosiasi yang nyata” dengan Amerika Serikat.

Gelombang Protes dan Laporan Korban

Aksi protes di Iran dilaporkan dimulai pada 28 Desember di kawasan Grand Bazaar Teheran, pusat aktivitas bisnis ibu kota.

Demonstrasi dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi nasional.

Nilai rial Iran dilaporkan merosot hingga melampaui 1.350.000 per dolar Amerika Serikat.

Aksi demonstrasi kemudian menyebar ke sejumlah kota lain di Iran.

Otoritas Iran hingga kini belum merilis data resmi terkait jumlah korban jiwa akibat protes tersebut.

Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia atau Human Rights Activists News Agency melaporkan sedikitnya 38 orang tewas pada hari ke-11 protes, termasuk empat anggota pasukan keamanan.

Laporan yang sama menyebutkan puluhan orang mengalami luka-luka dan sebanyak 2.217 orang ditangkap.

Kantor Berita Tasnim melaporkan jumlah polisi yang terluka mencapai 568 orang.

Selain itu, sebanyak 66 anggota pasukan relawan paramiliter Basij juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti