Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Kolombia Akan Temui Donald Trump di Washington, Tegaskan Misi Cegah Perang Dunia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Kolombia Akan Temui Donald Trump di Washington, Tegaskan Misi Cegah Perang Dunia
Foto: Arsip foto - Presiden Kolombia Gustavo Petro (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan bahwa ia akan melakukan kunjungan resmi ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada pekan pertama Februari mendatang.

Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih, sebagaimana dinyatakan oleh Trump pada Jumat, 9 Januari, yang menyebut dirinya menantikan dialog langsung dengan Petro.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya perang dunia, menurut pernyataan Petro dalam wawancara dengan CBS News.

Kekhawatiran Petro Terkait Operasi Militer AS

Petro mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menemui Trump didasari oleh kekhawatiran atas eskalasi militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang menurutnya bisa menjadi preseden berbahaya bagi negara lain, termasuk Kolombia.

“Saya datang untuk menghentikan perang dunia,” ungkapnya kepada CBS.

Dalam wawancara dengan surat kabar El País awal bulan ini, Petro menyatakan bahwa Trump sempat menyampaikan melalui panggilan pribadi bahwa AS mempertimbangkan operasi militer berskala penuh terhadap Kolombia.

Namun, Petro menambahkan bahwa rencana tersebut kini telah “dibekukan”.

Presiden Kolombia itu juga menyoroti praktik intervensi militer oleh AS dan menyatakan bahwa ada perbedaan pandangan antara hukum domestik Amerika dan hukum internasional.

Menurutnya, hukum domestik AS memungkinkan pelaksanaan operasi militer di luar negeri atas nama pemberantasan kejahatan, yang tidak diatur dalam hukum internasional.

Krisis Venezuela dan Kekhawatiran Regional

Kunjungan Petro dilakukan di tengah ketegangan global setelah AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela pada 3 Januari.

Dalam serangan itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.

Trump kemudian mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas tuduhan keterlibatan dalam narko-terorisme dan menyebut mereka sebagai ancaman terhadap Amerika Serikat.

Pemerintah Venezuela segera mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menggelar pertemuan darurat membahas intervensi militer AS tersebut.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela memutuskan untuk menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez.

Delcy Rodriguez pun secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Dalam wawancara dengan CBS, Petro memperingatkan bahwa jika terjadi tindakan serupa terhadap Kolombia, hal itu dapat memicu konflik bersenjata internal.

“Jika itu terjadi di Kolombia, kami akan berada di ambang perang saudara dan permusuhan terhadap AS akan meningkat,” ia mengungkapkan.

Penulis :
Shila Glorya