Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Anak-Anak Palestina Tetap Semangat Belajar di Tenda Sekolah Dekat Zona Bahaya Jalur Gaza

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Anak-Anak Palestina Tetap Semangat Belajar di Tenda Sekolah Dekat Zona Bahaya Jalur Gaza
Foto: (Sumber: Foto yang diabadikan pada 12 Januari 2026 ini menunjukkan para siswa di Sekolah Pendidikan Al-Shamal, yang terletak hanya 100 meter dari "Garis Kuning", di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara. ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.)

Pantau - Anak-anak di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza, menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun berada dalam kondisi serba terbatas dan dekat dengan zona rawan konflik.

Mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Pendidikan Al-Shamal yang berlokasi sekitar 100 meter dari "Garis Kuning", zona yang menandai wilayah pasukan Israel belum melakukan penarikan penuh.

Sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober, sekolah tersebut mengandalkan tenda-tenda sebagai ruang kelas darurat guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

Dokumentasi foto pada 12 Januari 2026 menunjukkan para siswa sedang mengikuti pelajaran di dalam tenda dengan antusias, meskipun harus duduk di atas tanah dan tanpa fasilitas pendidikan yang memadai.

Dekat Zona Rawan, Proses Belajar Tetap Berlangsung

"Garis Kuning" menjadi penanda penting dalam kesepakatan gencatan senjata karena menunjukkan batas aman antara pasukan Israel dan wilayah sipil.

Kendati lokasi sekolah sangat dekat dengan batas tersebut, para siswa tetap hadir setiap hari untuk menimba ilmu.

Situasi ini mencerminkan tekad dan semangat anak-anak Palestina untuk melanjutkan pendidikan di tengah konflik yang belum mereda.

Tenda Darurat Gantikan Ruang Kelas

Tenda-tenda yang digunakan sebagai kelas darurat menjadi satu-satunya tempat belajar bagi ratusan siswa di Kamp Jabalia.

Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti pelajaran dari para guru.

"Anak-anak ini datang setiap hari, bahkan saat kondisi di sekitar tidak menentu. Mereka ingin belajar," ungkap salah satu guru di Sekolah Pendidikan Al-Shamal.

Kondisi ini menjadi potret nyata bagaimana pendidikan tetap menjadi harapan di tengah krisis kemanusiaan yang melanda Jalur Gaza.

Penulis :
Ahmad Yusuf