Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Menkeu Prancis Peringatkan AS: Greenland Bukan Wilayah yang Bisa Diambil Sembarangan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menkeu Prancis Peringatkan AS: Greenland Bukan Wilayah yang Bisa Diambil Sembarangan
Foto: Ilustrasi Greenland (sumber: Anadolu)

Pantau - Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure memperingatkan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, bahwa Greenland adalah bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Lescure dalam pertemuan bilateral dengan Bessent di Washington pada hari Senin.

Lescure menyampaikan kekhawatiran mendalam dari pihak Eropa atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengklaim bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.

"Greenland adalah bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat yang merupakan bagian dari Uni Eropa. Itu tidak boleh dipermainkan," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap upaya mencaplok Greenland akan dianggap sebagai pelanggaran garis merah oleh pihak Eropa.

Menurut Lescure, tindakan semacam itu berpotensi membahayakan hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Uni Eropa menjatuhkan sanksi jika AS benar-benar mengambil alih Greenland, Lescure tidak memberikan jawaban langsung.

"Jika itu terjadi, kita tentu akan berada di dunia yang sama sekali baru dan harus menyesuaikan diri," ia mengungkapkan.

Ketegangan Meningkat, Kerja Sama Tetap Ditekankan

Meski terdapat ketegangan antara Washington dan Brussels terkait isu Greenland, tarif perdagangan, serta regulasi Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi asal AS, Lescure tetap menekankan pentingnya menjaga hubungan transatlantik.

Ia menyebut bahwa kerja sama antara Eropa dan Amerika Serikat tetap vital dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Greenland memiliki nilai strategis penting bagi keamanan nasional Amerika dan pertahanan dunia bebas, khususnya dari pengaruh China dan Rusia.

Namun, klaim Trump tersebut mendapat reaksi keras dari pemerintah Denmark dan otoritas Greenland.

Kedua pihak memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencoba mengambil alih pulau terbesar di dunia itu.

Mereka juga menegaskan harapan agar integritas wilayah tetap dihormati.

Greenland sendiri merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953.

Setelah memperoleh status otonomi pada tahun 2009, Greenland tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri serta kebijakan domestiknya.

Penulis :
Arian Mesa