Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Raja Yordania Diundang Gabung Dewan Perdamaian Gaza, AS Bentuk Komite Internasional Pascakonflik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Raja Yordania Diundang Gabung Dewan Perdamaian Gaza, AS Bentuk Komite Internasional Pascakonflik
Foto: (Sumber: Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein (Kanan) dalam pertemuan bilateral dengan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman).)

Pantau - Raja Abdullah II dari Yordania menerima undangan resmi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk bergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza, yang merupakan bagian dari rencana komprehensif perdamaian pascakonflik di wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania menyatakan bahwa undangan tersebut disertai dokumen terkait dan saat ini sedang dalam proses peninjauan sesuai dengan prosedur hukum internal negara.

"Yordania menghargai peran kepemimpinan Presiden Trump dalam mencapai gencatan senjata di Gaza, meluncurkan rencana perdamaian komprehensif, dan upaya yang dilakukannya untuk mencapai keamanan, stabilitas, dan perdamaian", bunyi pernyataan resmi kementerian.

Struktur Komite Gaza dan Fase Gencatan Senjata

Pada Jumat, Gedung Putih mengumumkan anggota Komite Gaza yang bertugas mengawasi transisi kekuasaan di wilayah tersebut.

Komite ini merupakan bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump yang bertujuan mengakhiri perang genosida Israel di Gaza.

Dr. Ali Shaath, mantan Wakil Menteri Palestina di Otoritas Palestina, secara resmi ditunjuk dan mulai menjalankan tugas sebagai Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG).

Tindakan pertamanya adalah mengadopsi dan menandatangani pernyataan misi komite.

Selain NCAG, Gedung Putih juga membentuk Dewan Eksekutif Gaza untuk mendukung tata kelola dan layanan publik di wilayah tersebut.

Anggota Dewan Eksekutif Gaza terdiri dari tokoh-tokoh internasional seperti Hakan Fidan (Menteri Luar Negeri Turki), Steve Witkoff (utusan khusus Trump), Jared Kushner (menantu Trump), Tony Blair (mantan Perdana Menteri Inggris), Reem Al-Hashimy (Menteri Negara UEA untuk Kerja Sama Internasional), Ali Al-Thawadi (diplomat veteran Qatar), dan Hassan Rashad (Kepala Intelijen Mesir).

Pada Rabu sebelumnya, utusan AS Steve Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana gencatan senjata Gaza.

Fase ini berfokus pada demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi wilayah.

Fase pertama dari kesepakatan dimulai pada 10 Oktober, yang berhasil menghentikan perang brutal Israel dan menyebabkan lebih dari 71.000 korban tewas serta lebih dari 171.000 korban luka-luka.

Penulis :
Gerry Eka