Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Pertimbangkan Tarif Balasan 93 Miliar Euro terhadap AS, Respons Ancaman Trump soal Greenland

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Uni Eropa Pertimbangkan Tarif Balasan 93 Miliar Euro terhadap AS, Respons Ancaman Trump soal Greenland
Foto: (Sumber: Orang-oranb berpatisipasi dalam sebuah unjuk rasa menentang rencana Amerika Serikat mengambil Greenland di Kopenhagen, Denmark, pada 14 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Liu Zhichao))

Pantau - Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan penerapan tarif balasan senilai 93 miliar euro terhadap Amerika Serikat (AS) atau pembatasan akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar Eropa sebagai respons atas ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terkait isu Greenland.

Informasi ini dilaporkan oleh Financial Times berdasarkan keterangan sejumlah pejabat yang terlibat dalam penyusunan rencana balasan tersebut.

Langkah ini disiapkan guna memperkuat posisi tawar para pemimpin Eropa menjelang pertemuan dengan Trump dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos pekan ini.

Daftar Tarif Siap Diaktifkan, Ancaman Perang Dagang Menguat

UE diketahui telah menyusun daftar tarif sejak tahun lalu, namun pelaksanaannya ditangguhkan hingga 6 Februari 2026 untuk menghindari eskalasi konflik perdagangan dengan AS.

Namun, ketegangan meningkat setelah Trump mengeluarkan pernyataan ancaman tarif melalui media sosial pada Sabtu (17/1).

Dalam unggahan tersebut, Trump menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif 10 persen terhadap barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, dan akan menaikkan tarif tersebut menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026.

Tarif ini akan diberlakukan hingga tercapai kesepakatan untuk “pembelian penuh dan total” Greenland.

Delapan negara Eropa yang menjadi sasaran langsung adalah Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Negara-negara tersebut telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan "solidaritas penuh" dengan Denmark dan Greenland.

UE Siapkan Instrumen Antikoersi dan Langkah Alternatif

Selain daftar tarif, UE juga mempertimbangkan penggunaan Instrumen Antikoersi, yaitu mekanisme legal untuk membatasi akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar internal Eropa sebagai bentuk tekanan ekonomi.

Pada Minggu (18/1/2026), perwakilan negara-negara anggota UE mengadakan pertemuan untuk membahas opsi pengaktifan kembali daftar tarif serta langkah lanjutan dalam menghadapi ancaman dari AS.

Langkah ini menunjukkan kesatuan sikap negara-negara Eropa terhadap tekanan politik dan ekonomi dari Washington.

Presiden Trump dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu (21/1) dan Kamis (22/1), serta akan mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Di sela acara WEF, Trump juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan negara-negara Barat yang memberikan dukungan terhadap Ukraina.

 

Penulis :
Aditya Yohan