
Pantau – Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menyatakan bahwa Eropa tidak memiliki kepentingan untuk terlibat konflik dengan Amerika Serikat, namun tetap siap mempertahankan posisinya dalam isu Greenland.
Pernyataan itu disampaikan Kallas melalui unggahan di media sosial X pada Senin, 19 Januari 2026, usai pertemuan dengan Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt di Brussel.
Kallas menegaskan bahwa keamanan kawasan Arktik merupakan kepentingan bersama antara Eropa dan Amerika Serikat, serta masih dapat dibahas melalui jalur diplomatik.
Namun demikian, ia menolak ancaman tarif yang disampaikan oleh pemerintah AS.
"Ancaman bukanlah cara untuk menyelesaikan persoalan ini. Kedaulatan bukan untuk diperjualbelikan," tegasnya.
Eropa Pertahankan Pendirian dan Siapkan Instrumen
Meski menolak terlibat konflik, Kallas menyebut bahwa Uni Eropa memiliki berbagai instrumen untuk melindungi kepentingan strategisnya jika diperlukan.
Ia menambahkan bahwa Eropa tetap mempertahankan pendirian dan tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan eksternal.
Pertemuan Darurat Akan Digelar
Juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill, mengonfirmasi bahwa para pemimpin negara anggota Uni Eropa akan menggelar pertemuan darurat di Brussel pada Kamis, 22 Januari 2026.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas respons terhadap ancaman tarif dari Amerika Serikat terkait isu Greenland, serta mengevaluasi kemungkinan penerapan langkah balasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








