
Pantau - Pemerintah China menyerukan Iran untuk menjaga stabilitas nasional dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
"China berharap Iran akan menjaga stabilitas nasional dan agar semua pihak akan menjunjung tinggi perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog", ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Jumat, 23 Januari 2026.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa "kekuatan besar" sedang menuju ke Iran sebagai langkah antisipatif.
Trump mengatakan bahwa banyak kapal dan armada besar AS sedang bergerak ke wilayah tersebut.
"Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar (yang menuju) ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi", ujar Trump.
Peringatan Keras dari Trump Soal Nuklir dan Eksekusi Massa
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sedang memantau Iran "dengan sangat cermat".
Ia memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan program nuklirnya dan menyatakan bahwa pelanggaran terhadap larangan pengembangan senjata nuklir dapat memicu tindakan militer dari AS.
" Kami memiliki armada. Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Kita lihat perkembangannya", katanya.
Washington saat ini fokus memantau aktivitas program nuklir Iran serta keberadaan para pemimpin negara tersebut.
Trump juga mengklaim bahwa Iran membatalkan rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa setelah dirinya menyampaikan peringatan militer.
“Mereka akan menggantung 837 orang pada Kamis,” ujar Trump. “Saya bilang kepada mereka, ‘Kalian tidak bisa melakukan itu’”.
Gelombang protes di Iran telah berlangsung sejak 28 Desember 2025, dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi, anjloknya nilai mata uang nasional, dan melonjaknya inflasi.
Demonstrasi telah menyebar ke berbagai kota dan memicu bentrokan dengan aparat keamanan.
Pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata”.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







