
Pantau - Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi terkait program rudal dan senjata konvensional, namun tetap membuka pintu dialog mengenai program nuklir yang bersifat damai.
Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran yang tidak disebutkan namanya, menyusul meningkatnya tekanan dari negara-negara Barat terkait kebijakan pertahanan dan nuklir Iran.
Pejabat tersebut menyatakan bahwa Iran tidak akan membahas senjata konvensional, termasuk rudal, dalam forum internasional mana pun.
"Iran tidak akan berbicara atau bernegosiasi terkait senjata konvensional, termasuk rudal, karena hal itu tidak dapat dipertaruhkan", tegasnya.
Buka Dialog Nuklir, Tolak Sanksi Sepihak
Meski bersikap tegas soal rudal, Iran menyatakan tetap menyambut negosiasi yang menjamin hak mereka dalam menjalankan program nuklir damai.
Negosiasi tersebut, menurut pejabat Iran, harus mengacu pada prinsip-prinsip Perjanjian Non-Proliferasi (Non-Proliferation Treaty/NPT).
Teheran juga menyerukan agar sanksi sepihak yang dijatuhkan terhadap Iran segera diakhiri.
Pejabat itu menyatakan Iran tidak ingin kembali terlibat dalam proses negosiasi yang pada akhirnya gagal dan dijadikan dalih untuk memulai konflik baru.
Sementara itu, Rusia melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, menyatakan bahwa kerja sama energi nuklir damai dengan Iran harus dilakukan berdasarkan prinsip kesetaraan, sebagaimana berlaku untuk negara non-nuklir lainnya.
Ketegangan dengan AS dan Sikap Diplomatik Iran
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump, pada akhir Desember, menyatakan akan mendukung serangan baru jika Iran melanjutkan program rudal dan nuklirnya.
Di tengah gelombang protes massal di Iran, Trump bahkan mengancam akan melakukan serangan besar jika terdapat korban jiwa di antara demonstran.
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran siap untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Namun, Araghchi menekankan bahwa dialog harus dilakukan berdasarkan prinsip saling menghormati.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







