
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa keputusan untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran masih jauh dari tahap pelaksanaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara melalui telepon dengan surat kabar New York Post pada Senin 9 Maret 2026.
Trump mengatakan bahwa pemerintahannya belum mengambil keputusan terkait rencana tersebut.
"Kami belum mengambil keputusan apa pun mengenai hal itu. Kami masih jauh dari langkah tersebut," ungkapnya.
Rencana pengerahan pasukan darat tersebut berkaitan dengan upaya melindungi material nuklir Iran yang berada di Isfahan.
Soroti Kepemimpinan Baru Iran
Trump juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap Mojtaba Khamenei yang menjadi pemimpin tertinggi baru Iran.
Pada Minggu 8 Maret 2026 Trump menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan ABC News.
"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," ujarnya.
Latar Belakang Serangan ke Iran
Sebelumnya pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu puluhan pejabat senior dan komandan militer Iran juga dilaporkan tewas. Serangan tersebut juga menyebabkan ratusan warga sipil menjadi korban.
- Penulis :
- Aditya Yohan








