Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Brasil Kritik Trump Soal Usulan Bentuk PBB Baru, Tegaskan Komitmen pada Multilateralisme

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Brasil Kritik Trump Soal Usulan Bentuk PBB Baru, Tegaskan Komitmen pada Multilateralisme
Foto: Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (depan) berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara Pasar Bersama Selatan (Mercosur) di Foz do Iguacu, Brasil, pada 20 Desember 2025 (sumber: Xinhua/Lucio Tavora)

Pantau - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Jumat, 23 Januari 2026, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang ia tuduh berupaya menciptakan versi baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikendalikan sepenuhnya oleh AS.

Lula Tuding Trump Ciptakan PBB Baru Versi Amerika

Dalam sebuah acara yang digelar oleh Gerakan Pekerja Pedesaan Tak Bertanah (Landless Rural Workers Movement) di Negara Bagian Bahia, Brasil, Lula menyampaikan bahwa Trump telah mengusulkan pendirian lembaga internasional baru yang menggantikan peran PBB.

"Presiden Trump mengusulkan untuk menciptakan PBB baru dan dia menjadi pemilik tunggal PBB itu," ungkapnya di hadapan para peserta acara.

Lula menilai bahwa langkah Trump merupakan bagian dari tren unilateralisme yang kini mendominasi hubungan internasional.

Ia menambahkan, "siapa yang terkuat" semakin membentuk hubungan internasional dan Piagam PBB sedang "dikoyak", ungkapnya menekankan bahwa tatanan global saat ini sedang mengalami tekanan serius.

Upaya Lula Perkuat Multilateralisme Lewat Diplomasi Global

Menanggapi kondisi tersebut, Lula menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi momen politik yang sangat kritis.

Ia mengingatkan bahwa multilateralisme sebagai prinsip kerja sama internasional kini tengah disingkirkan demi kepentingan sepihak negara-negara kuat.

Sebagai respons, Lula mengaku telah mengintensifkan komunikasi diplomatik dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyebut telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk dari Rusia, China, India, Hongaria, dan Meksiko.

Tujuannya adalah untuk menjajaki kemungkinan digelarnya pertemuan internasional guna menegaskan kembali komitmen bersama terhadap multilateralisme.

Lula menutup pernyataannya dengan seruan agar masyarakat internasional mencegah dominasi kekuatan militer dan intoleransi.

Ia menegaskan perlunya memastikan bahwa "kekuatan senjata dan intoleransi dari negara mana pun di dunia" tidak menjadi pemenang dalam percaturan global.

Penulis :
Shila Glorya