Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Hunian Sementara untuk Penyintas Bencana Diresmikan di Agam, Bukti Percepatan Pemulihan oleh Pemerintah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Hunian Sementara untuk Penyintas Bencana Diresmikan di Agam, Bukti Percepatan Pemulihan oleh Pemerintah
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggunting pita tanda diresmikannya pemakaian hunian sementara di Kayu Pasak Pelembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu 24/1/2026 (sumber: ANTARA/Altas Maulana)

Pantau - Sebanyak 117 unit hunian sementara (huntara) diresmikan penggunaannya untuk para penyintas bencana di Kayu Pasak, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Pratikno menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan bencana di Sumatera Barat sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini adalah langkah percepatan pemulihan yang harus segera dilakukan, agar masyarakat bisa kembali hidup normal dan tidak terlalu lama berada di pengungsian," ungkapnya.

Menurut Pratikno, pemulihan harus dimulai dari tingkat keluarga dan Sumatera Barat dinilai telah bergerak sangat cepat dalam menangani bencana kali ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, termasuk warga terdampak yang tetap sabar menantikan selesainya pembangunan huntara.

Penyintas Mulai Tempati Huntara

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa huntara yang telah diresmikan bisa langsung ditempati oleh para korban bencana.

"Dengan selesainya huntara ini, warga sudah bisa mulai menempatinya dan memulihkan kehidupannya," ia mengungkapkan.

Tito menambahkan bahwa masih banyak hal yang harus dipercepat dalam penanganan bencana, dan keberadaan huntara ini diharapkan menjadi awal dari proses bangkitnya warga terdampak.

Bupati Agam, Benni Warlis, membenarkan bahwa total huntara yang diresmikan berjumlah 117 unit.

Sebelum hunian ini selesai dibangun, para penyintas sempat tinggal sementara di ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak.

Benni menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Polri, TNI, relawan, organisasi masyarakat, dan seluruh pihak yang telah membantu pemulihan di Agam.

Penulis :
Shila Glorya