
Pantau - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan tersebut diberikan untuk biaya kontrak tempat tinggal sementara dan bekal hidup selama dua bulan.
"Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu di mana terserah," ungkapnya saat meninjau lokasi bencana pada Minggu (21/1).
Fokus Pulihkan Korban dan Pemulihan Pascabencana
Dedi Mulyadi menilai para pengungsi bisa mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama tinggal di posko pengungsian.
"Kalau di sini tambah stres jadi penyakit," ia mengungkapkan.
Dalam kunjungan itu, ia langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan.
Dedi menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan dasar korban dan memberi ruang bagi penanganan bencana yang lebih fokus.
"Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun," ucapnya.
Longsor Timbun 30 Rumah, 85 Warga Masih Dicari
Longsor terjadi pada Sabtu dini hari (20/1) di lereng Gunung Burangrang dan menimpa dua kampung, yaitu Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 dan Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10.
Data dari Posko Kantor Desa Pasirlangu hingga pukul 14.00 WIB mencatat sekitar 30 unit rumah tertimbun material longsor.
Sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak dalam bencana ini.
Dari jumlah tersebut, lima orang ditemukan meninggal dunia dan 23 orang dinyatakan selamat.
Sementara itu, sebanyak 85 warga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Hingga saat ini, enam orang berhasil ditemukan.
"Yang ditemukan tadi tiga, satu lagi jadi empat, kemudian ada dua lagi yang diangkat. Jadi ada enam," katanya.
- Penulis :
- Shila Glorya







