Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Gabungkan Pelestarian dan Wisata Budaya di Situs Neolitik Lingjiatan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

China Gabungkan Pelestarian dan Wisata Budaya di Situs Neolitik Lingjiatan
Foto: (Sumber: Seorang wisatawan membuat tembikar dengan bimbingan seorang petugas di Taman Situs Arkeologi Nasional Lingjiatan di wilayah Hanshan, Kota Ma'anshan, Provinsi Anhui, China, pada 25 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Huang Bohan.)

Pantau - Pemerintah China menggabungkan pelestarian relik sejarah dan pengembangan sektor pariwisata di Situs Lingjiatan, permukiman kuno dari era Neolitik yang terletak di Hanshan, Kota Ma'anshan, Provinsi Anhui.

Situs Lingjiatan memiliki nilai sejarah tinggi karena berasal dari 5.300 hingga 5.800 tahun yang lalu dan mencakup area seluas sekitar 1,6 juta meter persegi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang tetap mengedepankan pelestarian nilai arkeologis.

Taman Arkeologi dan Museum Dongkrak Kunjungan

Pada tahun 2023, pemerintah mendirikan Taman Situs Arkeologi Nasional Lingjiatan sebagai langkah awal pelestarian berkelanjutan.

Dua tahun setelahnya, Museum Situs Lingjiatan dibuka untuk umum dan telah menarik hampir 200.000 pengunjung hingga kini.

Sebagai bagian dari strategi promosi, pemerintah juga menghadirkan produk budaya dan kreatif bertema Lingjiatan serta menyediakan pengalaman imersif bagi wisatawan.

Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti membuat tembikar dan merakit replika benda arkeologi dengan bimbingan petugas.

Edukasi dan Dampak Ekonomi Jadi Tujuan Utama

Untuk memperkuat nilai edukatif, situs ini juga dilengkapi pusat edukasi yang menyediakan bahan bacaan bagi semua usia, termasuk anak-anak dan pelajar.

Tujuan utama dari integrasi antara pelestarian situs dan pariwisata budaya ini adalah menjaga kelestarian nilai sejarah sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui sektor wisata.

Pendekatan ini diharapkan menjadi model pengembangan situs sejarah yang berkelanjutan di China dan kawasan lainnya.

Penulis :
Gerry Eka