
Pantau - Situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat kritis meskipun pengiriman bantuan terus dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para mitranya.
Bantuan Pangan dan Tempat Tinggal Terus Dikirimkan
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa mereka telah menyediakan roti setiap hari bagi sekitar 43% penduduk Gaza.
Roti tersebut diberikan secara gratis atau dijual dengan harga subsidi, di bawah 1 dolar AS untuk dua kilogram.
Program ini merupakan pelengkap dari distribusi tepung terigu bulanan yang dilakukan ke rumah-rumah warga.
Sepanjang bulan ini, tercatat sebanyak 1,2 juta orang telah menerima bantuan tepung sebagai bagian dari paket pangan standar.
Lebih dari 7.500 keluarga juga telah mendapatkan bantuan darurat berupa tenda, terpal, alat penutup, kasur, dan selimut.
Sekitar 1.400 anak menerima pakaian musim dingin yang disalurkan oleh mitra perlindungan anak.
Namun, situasi tetap memprihatinkan, terbukti dengan meninggalnya satu anak akibat hipotermia pada akhir pekan lalu.
Dengan kejadian tersebut, jumlah total anak yang meninggal akibat cuaca dingin di Gaza menjadi sepuluh orang.
OCHA menekankan bahwa lebih dari satu juta orang masih membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Bantuan tempat tinggal yang telah diberikan mencakup peralatan perbaikan rumah, material pemanas komunal, serta alat pembersih puing.
Sejak 21 Januari lalu, lebih dari 2.300 keluarga telah menerima voucher tunai dan perlengkapan musim dingin.
Di sisi lain, ratusan warga juga mendapat layanan dukungan kesehatan mental, psikososial, serta manajemen kasus.
Laporan Pelanggaran HAM di Tepi Barat
Dalam laporan pada 23 Januari, mitra perlindungan global PBB memperingatkan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan Israel di wilayah Tepi Barat.
Laporan tersebut menyebut bahwa banyak korban berasal dari kalangan pria dan anak laki-laki.
"Respons tegas dibutuhkan untuk memastikan perlindungan warga sipil," ungkap laporan itu.
Laporan juga mendesak pembebasan warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang oleh otoritas Israel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







