
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa Iran telah memasuki fase ketiga dari konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan Resmi Wakil Menteri Luar Negeri Iran
Pernyataan ini disampaikan Gharibabadi kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa fase pertama dari konflik tersebut adalah "perang 12 hari pada Juni 2025".
Selanjutnya, fase kedua menurutnya adalah "protes baru-baru ini di seluruh Iran, yang diorganisir dengan dukungan Washington dan Tel Aviv".
Menurut Gharibabadi, fase ketiga dari konflik ini akan menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa Iran tetap bertahan di tengah tekanan eksternal.
Ia menegaskan, "Amerika Serikat dan Israel akan mengalami kekalahan dalam fase konflik yang ketiga ini."
Iran Tidak Anggap Barat Sebagai Musuh, Fokus pada Ancaman Israel
Gharibabadi menyebut bahwa kekalahan Amerika Serikat dan Israel dalam fase ini akan serupa dengan yang telah dialami kedua negara dalam dua fase sebelumnya.
Namun demikian, ia menyatakan belum dapat memastikan langkah yang akan diambil lawan-lawan Iran setelah fase ketiga ini berakhir.
"Saya tidak tahu apakah konsekuensinya musuh-musuh Iran akan mencoba untuk memicu fase keempat konflik berikutnya, atau akhirnya menyadari bahwa menghadapi Republik Islam adalah sia-sia dan menghentikan rencana mereka," ungkapnya.
Meskipun menyampaikan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dan Israel, Gharibabadi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap Amerika Serikat maupun negara-negara Barat lainnya.
"Ancaman utama datang dari Israel," ia mengungkapkan, menegaskan sikap Iran terhadap kebijakan Tel Aviv yang dinilai mengancam stabilitas regional.
- Penulis :
- Leon Weldrick







