Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pertemuan Komite Perbatasan Kamboja-Thailand Berakhir Tanpa Konsensus Meski Diwarnai Gencatan Senjata

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertemuan Komite Perbatasan Kamboja-Thailand Berakhir Tanpa Konsensus Meski Diwarnai Gencatan Senjata
Foto: Diadakan di Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional Poipet antara Provinsi Banteay Meanchey di Kamboja dan Provinsi Sa Kaeo di Thailand, pertemuan ini melibatkan Daerah Militer ke-5 Kamboja dan Area Angkatan Darat ke-1 Thailand di bawah pengawasan Tim Pengamat ASEAN

Pantau - Pertemuan sekretariat Komite Perbatasan Regional (Regional Border Committee/RBC) Kamboja-Thailand yang berlangsung selama tiga hari resmi berakhir pada Kamis, 29 Januari 2026, tanpa menghasilkan konsensus.

Pertemuan digelar di Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional Poipet, yang memisahkan Provinsi Banteay Meanchey di Kamboja dan Provinsi Sa Kaeo di Thailand.

Delegasi yang hadir berasal dari Daerah Militer ke-5 Kamboja dan Area Angkatan Darat ke-1 Thailand.

Pertemuan berlangsung di bawah pengawasan langsung Tim Pengamat ASEAN, yang memantau jalannya diskusi antara kedua negara.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata, menyampaikan bahwa pertemuan belum menghasilkan kesepahaman bersama.

"Kedua belah pihak belum mencapai kesepahaman, (tetapi) kedua pihak sepakat untuk kembali ke markas masing-masing guna melanjutkan pertukaran dokumen dan negosiasi hingga tercapai konsensus," ungkapnya.

Latar Belakang dan Rencana Lanjutan

Maly Socheata juga menyebut bahwa jika konsensus telah dicapai dalam negosiasi lanjutan, maka RBC Kamboja-Thailand akan kembali mengadakan pertemuan resmi.

"Jika konsensus telah tercapai, maka akan diselenggarakan pertemuan RBC Kamboja-Thailand serta upacara penandatanganan resmi antara Daerah Militer ke-5 Kamboja dan Area Angkatan Darat ke-1 Thailand," ia mengungkapkan.

Sebelumnya, kedua negara telah menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember 2025.

Gencatan senjata tersebut merupakan respons atas konflik bersenjata yang berlangsung selama tiga pekan dan menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Penulis :
Leon Weldrick