
Pantau - Amerika Serikat secara resmi mengizinkan transaksi terkait pengeboran, pembelian, penjualan, dan ekspor minyak asal Venezuela untuk entitas yang terdaftar di AS, sebagaimana diumumkan oleh Departemen Keuangan AS dan dikutip oleh RIA Novosti, Jumat (30/1).
Kebijakan ini mencabut larangan yang sebelumnya diberlakukan berdasarkan Peraturan Sanksi Venezuela (31 CFR bagian 591/VSR), termasuk transaksi yang melibatkan Pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela S.A. (PdVSA).
Entitas lain yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh PdVSA sebesar 50 persen atau lebih juga diperbolehkan untuk melakukan transaksi serupa.
Transaksi Minyak Diizinkan, Maduro Diseret ke Pengadilan AS
Transaksi yang kini diizinkan mencakup pengangkatan, ekspor, penjualan ulang, penyimpanan, pemasaran, hingga pengiriman dan transportasi minyak asal Venezuela.
Entitas AS yang telah mapan juga diperbolehkan melakukan pemurnian minyak Venezuela sebagai bagian dari kelonggaran baru ini.
Namun, perubahan kebijakan ini terjadi dalam situasi politik yang tegang, menyusul operasi besar AS pada 3 Januari yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Keduanya dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan keterlibatan dalam narkoterorisme, serta dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS.
Dalam persidangan, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dikenakan kepada mereka.
Trump Umumkan Kesepakatan Pengiriman Minyak
Pada 7 Januari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat.
Trump juga menyatakan bahwa hasil dari penjualan minyak tersebut akan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan masyarakat AS.
Kebijakan ini menandai titik balik dalam hubungan energi dan politik antara kedua negara, dengan dinamika hukum dan diplomatik yang masih terus berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








