Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Sekjen PBB Peringatkan Dominasi Kekuasaan atas Hukum Internasional dan Serukan Reformasi Sistem Global

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sekjen PBB Peringatkan Dominasi Kekuasaan atas Hukum Internasional dan Serukan Reformasi Sistem Global
Foto: Impunitas mendorong konflik saat ini -- memicu eskalasi, memperluas ketidakpercayaan, dan membuka pintu bagi pihak-pihak penyalah guna kuasa untuk masuk dari segala arah (sumber: Xinhua)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan maraknya dominasi kekuasaan atas hukum internasional dalam konferensi pers awal tahun yang digelar di New York pada Kamis, 29 Januari 2026.

Guterres menyatakan bahwa kekuatan kekuasaan kini semakin mendominasi dan mengalahkan supremasi hukum, merusak kerja sama internasional, serta melemahkan institusi multilateral.

"Kekuatan kekuasaan sedang merajalela, mengalahkan supremasi hukum. Hukum internasional diinjak-injak. Kerja sama terkikis. Dan institusi-institusi multilateral diserang dari berbagai sisi," ungkapnya.

Dunia dalam Ketidakstabilan Geopolitik

Guterres menyoroti kondisi dunia yang semakin tidak stabil akibat tindakan gegabah dan impunitas yang meluas tanpa tanggapan hukum yang sepadan.

"Kita sedang hidup di dunia di mana tindakan terutama tindakan yang gegabah memicu reaksi berbahaya," ia mengungkapkan.

Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut diperparah oleh perpecahan geopolitik dan diperkuat oleh impunitas yang tak mendapat hukuman setimpal.

"Ketika tindakan berbahaya tidak mendapat reaksi yang sepadan, sistem akan menjadi tidak stabil. Impunitas mendorong konflik saat ini memicu eskalasi, memperluas ketidakpercayaan, dan membuka pintu bagi pihak-pihak penyalah guna kuasa untuk masuk dari segala arah," jelasnya.

Ia pun menyerukan perlunya reformasi menyeluruh terhadap sistem global yang kini dianggap usang dan tak mampu mengimbangi perubahan zaman.

"Saat saya melihat spektrum tantangan global, satu kebenaran menjadi tampak sangat jelas: sistem pemecahan masalah global kita menghadapi pertanggungjawaban. Sistem-sistem itu sudah ketinggalan zaman. Sistem-sistem itu masih mencerminkan struktur ekonomi dan kekuasaan 80 tahun yang lalu. Padahal, roda dunia terus berputar," ujarnya.

Dorongan terhadap Multipolaritas Inklusif dan Institusi yang Kuat

Dalam pernyataannya, Guterres menekankan bahwa solusi terhadap tantangan global tidak bisa dikuasai oleh satu atau dua negara saja.

"Masalah global tidak akan diselesaikan oleh satu kekuatan yang mendikte segalanya atau oleh dua kekuatan yang membagi dunia menjadi kutub-kutub pengaruh yang saling berseberangan," katanya.

Ia menyerukan percepatan multipolaritas global yang terhubung, inklusif, dan seimbang melalui kemitraan antarnegara.

"Penting untuk mengakselerasi, secara sengaja dan penuh tekad, multipolaritas-multipolaritas yang terhubung, inklusif sejak awal, dan mampu menciptakan keseimbangan melalui kemitraan," ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa multipolaritas saja tidak cukup menjamin perdamaian dunia.

"Namun, multipolaritas, dengan sendirinya, tidak menjamin stabilitas atau perdamaian," tegasnya.

Menurut Guterres, dibutuhkan institusi multilateral yang kuat dengan legitimasi yang bersumber dari tanggung jawab dan nilai-nilai bersama.

"Diperlukan institusi-institusi multilateral yang kuat di mana legitimasi berakar pada tanggung jawab dan nilai-nilai bersama," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun struktur internasional saat ini mungkin sudah usang, nilai-nilai yang mendasarinya tetap relevan dan harus dipertahankan.

"Struktur mungkin sudah ketinggalan zaman, tetapi nilainya tidak," tegas Guterres.

"Nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam PBB merupakan syarat mutlak bagi perdamaian abadi dan keadilan yang berkelanjutan," lanjutnya.

PBB, kata Guterres, akan terus memperjuangkan nilai-nilai tersebut meskipun menghadapi banyak tantangan.

"Terlepas dari semua rintangan, PBB bertindak untuk menghidupkan nilai-nilai bersama kita. Dan kita tidak akan menyerah," katanya.

Ia menutup konferensi pers dengan menegaskan komitmen PBB untuk bertindak menghasilkan dampak nyata demi perdamaian dan keadilan global.

"PBB bertekad memilih tindakan yang menghasilkan reaksi konkret dan positif, reaksi perdamaian, keadilan, tanggung jawab, serta kemajuan di masa-masa sulit," tandasnya.

Penulis :
Leon Weldrick