Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Siap Kembali ke Meja Perundingan, Tapi Tolak Tekanan AS: Turkiye Tawarkan Diri Jadi Fasilitator

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Siap Kembali ke Meja Perundingan, Tapi Tolak Tekanan AS: Turkiye Tawarkan Diri Jadi Fasilitator
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Liu Lei/aa..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran bersedia kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, namun menegaskan tidak akan melakukannya di bawah tekanan atau ancaman.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, di Istanbul, pada Jumat, 30 Januari 2026.

"AS tidak pernah menunjukkan iktikad baik dan tidak pernah bisa dipercaya. Namun, Iran tetap siap untuk semua proses diplomatik dan bersedia duduk di meja perundingan," ujar Araghchi.

Iran Tegaskan Tidak Akan Negosiasikan Kemampuan Pertahanan

Araghchi menyebut Iran siap menghadapi semua skenario, baik jalur diplomasi maupun konflik militer.

Ia menegaskan bahwa kesiapan Iran kini lebih tinggi dibandingkan pada Juni tahun sebelumnya saat Israel dan AS melancarkan serangan udara terhadap negaranya.

Dalam pernyataannya, Araghchi juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Namun, ia menyatakan bahwa Teheran akan tetap mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanannya.

"Akan mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanan kami dan tidak akan menegosiasikannya," tegas Araghchi.

Turkiye Serukan Diplomasi, Tolak Opsi Militer

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menyerukan agar Iran dan AS segera kembali ke jalur diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

"kami kembali menekankan bahwa kami menentang penggunaan opsi militer untuk menyelesaikan masalah," ujar Fidan.

Ia menyatakan bahwa Turkiye siap menjadi fasilitator antara kedua negara dalam upaya membangun dialog damai.

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Armada Militer

Kunjungan Araghchi ke Turkiye berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa sebuah armada besar yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang menuju ke kawasan sekitar Iran.

Trump memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

Penulis :
Aditya Yohan