
Pantau - Komite Administratif Gaza yang baru dibentuk mengalami kendala teknis yang menghambat masuknya para anggota ke wilayah Gaza melalui perlintasan Rafah, sebagaimana disampaikan seorang anggota komite pada Minggu (1/2/2026).
Informasi tersebut disampaikan oleh Aed Yaghi, anggota Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, kepada kantor berita Xinhua, yang menyebut para anggota komite hingga kini masih berada di Kairo, Mesir.
Yaghi mengatakan kendala tersebut berupa “kendala dan hambatan teknis”, namun ia tidak merinci secara spesifik bentuk permasalahan yang dihadapi.
Komite Administratif Gaza yang beranggotakan 15 orang itu berharap dapat memasuki Gaza dalam beberapa hari mendatang apabila kendala teknis tersebut dapat segera diatasi.
Sementara itu, seorang anggota komite lain yang berbicara secara anonim mengungkapkan bahwa komite tersebut hingga kini belum memiliki kantor pusat sebagai tempat operasional.
Selain itu, komite juga belum memiliki anggaran operasional dan belum menerima dukungan keuangan apa pun sejak dibentuk.
Meski demikian, komite berharap dapat segera menyewa fasilitas di Gaza City setelah berhasil memasuki wilayah tersebut.
Setibanya di Gaza, komite berencana menggelar pertemuan dengan berbagai faksi Palestina serta berkoordinasi dengan badan-badan pemerintah Palestina.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengoordinasikan proses serah terima kementerian dan kantor pemerintahan di Gaza.
Dalam perkembangan terpisah, sumber keamanan Palestina menyebutkan sekitar 50 pasien diperkirakan akan kembali ke Gaza melalui perlintasan Rafah pada Senin (2/2/2026).
Sumber tersebut juga menyampaikan bahwa prosedur bagi warga yang ingin meninggalkan Gaza hingga kini masih belum jelas.
Perlintasan Rafah diketahui telah dibuka kembali secara terbatas pada Minggu sebagai tahap uji coba setelah ditutup selama lebih dari 18 bulan.
Foto ilustrasi memperlihatkan truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza dari Mesir melalui perlintasan Rafah pada 24 Februari 2025.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





