
Pantau - Perlintasan Rafah yang terletak di perbatasan Mesir kembali beroperasi pada Senin, 2 Februari 2026, setelah ditutup sepenuhnya selama lebih dari 18 bulan akibat pembatasan yang diberlakukan oleh Israel.
Aktivitas Dimulai Kembali Secara Bertahap
Media resmi Mesir, Al Qahera News, melaporkan bahwa sebanyak 50 orang diperkirakan akan keluar dari Gaza dan 50 orang lainnya akan masuk ke Gaza melalui perlintasan tersebut.
Kelompok pertama warga Palestina dilaporkan telah tiba di pos perbatasan Rafah untuk melakukan perjalanan.
Sebelumnya, sisi Palestina dari pos perbatasan Rafah telah mulai beroperasi secara percobaan sejak hari Minggu.
Sekitar 150 pasien dari Gaza, bersama para pendampingnya, akan dievakuasi ke Mesir guna mendapatkan perawatan medis.
Menurut pejabat kesehatan Gaza, saat ini terdapat sekitar 22.000 pasien yang masih menunggu agar perlintasan Rafah dapat dibuka sepenuhnya.
Latar Belakang Penutupan dan Situasi Keamanan
Pos perbatasan Rafah ditutup total sejak pertengahan 2024 sebagai dampak dari penguasaan sisi Palestina oleh Israel pada Mei 2024.
Penguasaan ini merupakan bagian dari operasi militer Israel di Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.
Media Israel juga memperkirakan bahwa sekitar 50 warga Palestina akan kembali ke Gaza melalui perbatasan Rafah dalam pembukaan awal ini.
- Penulis :
- Leon Weldrick





