Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Serukan Negara Anggota Terima Lebih Banyak Pasien Gaza Usai Pembukaan Perlintasan Rafah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Serukan Negara Anggota Terima Lebih Banyak Pasien Gaza Usai Pembukaan Perlintasan Rafah
Foto: (Sumber: Salah satu pasien dari Gaza. (Xinhua).)

Pantau - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar lebih banyak negara menerima pasien dari Gaza setelah perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir dibuka kembali.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menekankan warga sipil harus dapat keluar dan kembali secara sukarela serta aman sesuai hukum internasional.

OCHA menambahkan pasokan bantuan kemanusiaan yang esensial harus masuk dalam jumlah cukup dan dengan pembatasan lebih longgar melalui Rafah maupun perlintasan lain.

Lebih dari 18.500 pasien, termasuk 4.000 anak-anak, menunggu evakuasi medis dari Gaza untuk mendapatkan perawatan yang tidak tersedia secara lokal.

Pilihan paling efektif adalah melanjutkan rujukan ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta merehabilitasi fasilitas kesehatan yang rusak di Gaza.

"Sampai hal itu terjadi, OCHA menyerukan kepada negara-negara anggota agar menerima lebih banyak pasien sehingga setiap orang menerima perawatan yang mereka butuhkan," ungkap OCHA.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung upaya evakuasi medis dari Gaza.

Pembukaan kembali Rafah secara terbatas memungkinkan beberapa pasien dan pendamping langsung menuju Mesir, sementara yang lain perlu transit melalui perlintasan Kerem Shalom yang dikendalikan Israel.

Program Pembangunan PBB (UNDP) siap menyediakan transportasi bus bagi pengungsi yang kembali dari pos pemeriksaan Rafah ke Rumah Sakit Nassar di Khan Younis, tempat OCHA dan mitra mendirikan area penerimaan.

Meja resepsionis dilengkapi psikolog dan spesialis perlindungan, serta menyediakan makanan, materi informasi, dan konektivitas internet untuk dukungan dan rujukan langsung.

OCHA tetap prihatin atas dampak serangan berkelanjutan terhadap warga sipil di Gaza, menyusul laporan Kementerian Kesehatan Gaza tentang puluhan korban jiwa selama akhir pekan.

Lebih dari 20 keluarga mengalami kerusakan tempat tinggal akibat serangan yang mengenai target dekat tempat tinggal mereka.

PBB dan mitra menyediakan bahan untuk mendirikan tempat tinggal sementara dan barang esensial lainnya bagi keluarga-keluarga tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf