
Pantau - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa intervensi eksternal terhadap situasi di Iran merupakan ancaman serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan pada Rabu, 4 Februari 2026, dalam konferensi pers seusai perundingan bilateral di Mesir.
“Kami percaya intervensi eksternal terhadap negara tetangga kami, Iran, adalah ancaman serius bagi seluruh kawasan, dan cara paling masuk akal untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk masalah nuklir, adalah melalui diplomasi,” ungkapnya.
Erdogan Tegaskan Pentingnya Penyelesaian Diplomatik
Erdogan menekankan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi merupakan cara paling dapat diterima untuk menyelesaikan persoalan yang melibatkan Iran, termasuk program nuklir negara tersebut.
Turki, menurutnya, tetap konsisten mendorong pendekatan berbasis dialog dan metode politik untuk mencegah memburuknya ketegangan di kawasan.
Pihaknya menolak segala bentuk langkah yang dapat memperuncing konflik di Timur Tengah dan memperburuk situasi regional.
AS dan Iran Jadwalkan Pertemuan, Lokasi Negosiasi Dipindah
Sementara itu, laporan dari Axios menyebutkan bahwa utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Istanbul pada Jumat mendatang untuk membahas isu nuklir Iran.
Namun, jurnalis Axios Barak Ravid melaporkan bahwa pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump telah menyetujui permintaan Iran untuk memindahkan lokasi perundingan dari Turki ke Oman.
Negosiasi tersebut diperkirakan akan berlangsung di Oman pada hari yang sama.
Sebelumnya, pada Selasa, Witkoff telah tiba di Israel dan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu guna membahas situasi regional dan posisi Israel terhadap program nuklir Iran.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut, dengan banyak pihak internasional menyerukan penyelesaian damai melalui jalur diplomatik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








