Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS dan Iran Konfirmasi Perundingan Nuklir di Oman, Digelar Jumat Pagi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS dan Iran Konfirmasi Perundingan Nuklir di Oman, Digelar Jumat Pagi
Foto: (Sumber: Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py.)

Pantau - Amerika Serikat dan Iran telah mengonfirmasi pelaksanaan perundingan nuklir yang akan digelar di Muscat, Oman pada Jumat, 9 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan Awal dan Penentuan Lokasi

Konfirmasi lokasi disampaikan oleh seorang pejabat Gedung Putih kepada kantor berita Anadolu secara anonim, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga membenarkan waktu dan tempat pertemuan tersebut.

Sebelumnya, proses menuju perundingan sempat diliputi ketidakpastian.

Iran sempat menolak lokasi dan format perundingan, dan mengajukan Istanbul sebagai alternatif.

Namun Amerika Serikat, menurut laporan Axios, menolak perubahan itu dan menyatakan, “Kami mengatakan ini atau tidak sama sekali, dan mereka menjawab, ‘Baik, kalau begitu tidak sama sekali’.”

Oman akhirnya kembali ditetapkan sebagai tuan rumah, melanjutkan perannya sebagai mediator dalam kontak tidak langsung antara kedua negara.

Fokus pada Nuklir, Iran Tolak Isu Non-Terkait

Iran menyatakan kesiapannya untuk berunding selama pertemuan fokus pada isu nuklir dalam kerangka yang jelas dan saling menghormati.

Namun, Iran menolak keras pengangkatan isu lain seperti sistem pertahanan dan kemampuan militer nasional.

“Permintaan ini tidak hanya tidak terkait dengan berkas nuklir, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan nasional dan kemampuan penangkalan negara, sehingga sama sekali tidak dapat dinegosiasikan,” ungkap salah satu sumber dari pihak Iran.

Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, menuduh Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, namun Iran menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, termasuk pembangkit listrik.

Mediasi Oman dan Prospek Negosiasi

Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ditandai dengan pengerahan militer AS di Teluk Persia serta ancaman aksi militer oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

Oman sebelumnya telah berperan sebagai mediator dalam sejumlah pertemuan tertutup AS-Iran, dan kini kembali memfasilitasi upaya diplomatik penting ini.

Meski pertemuan telah dijadwalkan, potensi jalan buntu tetap terbuka jika pihak AS tetap memasukkan tuntutan di luar kesepakatan awal.

Namun, AS menyatakan masih membuka peluang untuk melanjutkan pertemuan minggu ini atau minggu depan apabila Iran bersedia kembali pada format awal negosiasi.

Penulis :
Aditya Yohan