Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Perjanjian New START Berakhir, Rusia Menegaskan Kebebasan Menentukan Langkah Nuklir Selanjutnya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perjanjian New START Berakhir, Rusia Menegaskan Kebebasan Menentukan Langkah Nuklir Selanjutnya
Foto: (Sumber: Arsip - Sistem rudal darat-ke-udara S-400 Triumf buatan Rusia terlihat di Lapangan Merah dalam parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, 9 Mei 2019. (ANTARA/Xinhua/Bai Xueqi/pri).)

Pantau - Mulai 4 Februari 2026, Rusia menyatakan tidak lagi terikat oleh kewajiban dan deklarasi simetris dalam Perjanjian New START, sehingga membuka ruang bagi Moskow untuk menentukan langkah baru dalam pengembangan senjata strategisnya.

Berakhirnya Kewajiban New START

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa dengan berakhirnya perjanjian, kedua pihak pada prinsipnya bebas mengambil kebijakan masing-masing.

"Dalam situasi saat ini, kami berasumsi bahwa para pihak dalam New START tidak lagi terikat oleh kewajiban atau deklarasi simetris apa pun dalam kerangka perjanjian tersebut, termasuk ketentuan intinya, dan pada prinsipnya bebas memilih langkah selanjutnya," ungkap Kemlu Rusia.

Pernyataan ini muncul setelah upaya Rusia untuk memperpanjang perjanjian melalui inisiatif Presiden Vladimir Putin pada 22 September 2025 tidak mendapat tanggapan resmi dari Amerika Serikat hingga kini.

Rusia menyatakan akan bertindak secara bertanggung jawab dan seimbang, dengan menyusun kebijakan senjata strategis berdasarkan analisis terhadap kebijakan militer AS serta situasi strategis global.

Pemerintah Rusia juga menegaskan kesiapan mengambil langkah militer-teknis yang tegas jika menilai terdapat ancaman tambahan terhadap keamanan nasionalnya.

Dampak Global dan Ruang Diplomasi

New START merupakan satu-satunya perjanjian hukum internasional yang masih membatasi kekuatan nuklir strategis antara AS dan Rusia.

Berakhirnya perjanjian ini memicu kekhawatiran global akan dimulainya era persaingan nuklir tanpa regulasi internasional.

Meski demikian, Rusia menyatakan tetap terbuka untuk mencari solusi politik dan diplomatik guna menstabilkan situasi strategis, sepanjang terdapat kondisi yang memungkinkan kerja sama.

Penulis :
Ahmad Yusuf