
Pantau - Seorang pria bernama Ryan Routh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Rabu, 4 Februari 2026, setelah terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Upaya Pembunuhan Gagal di Lapangan Golf Trump
Routh dihukum atas rencana pembunuhan yang terjadi pada September 2024 di klub golf milik Trump di West Palm Beach, Florida.
Ia dinyatakan bersalah oleh juri pada September 2025 atas lima dakwaan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap seorang kandidat presiden dan penyerangan terhadap petugas federal.
Hakim Distrik AS Aileen Cannon yang memimpin persidangan di Florida menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup ditambah tujuh tahun penjara atas pelanggaran senjata api.
"Bagi saya sudah jelas bahwa Anda terlibat dalam rencana yang telah dipertimbangkan dan diperhitungkan untuk merenggut nyawa manusia," ungkapnya kepada terdakwa.
Routh membantah memiliki niat membunuh dan dalam berkas pengadilan ia menyatakan bahwa tidak ada kejahatan yang terjadi karena ia tidak pernah menembak ke arah Trump.
Namun, Dinas Rahasia menangkap Routh pada 15 September 2024 setelah seorang agen melihat laras senapan mencuat dari semak-semak hanya beberapa ratus yard dari posisi Trump bermain golf.
Routh sempat melarikan diri dari lokasi, namun berhasil ditangkap tidak lama kemudian.
Terkait Insiden Lain Menjelang Pilpres AS 2024
Upaya pembunuhan oleh Routh terjadi dua bulan setelah insiden serupa dalam acara kampanye Trump di Butler, Pennsylvania.
Dalam insiden tersebut, sebuah peluru yang ditembakkan oleh seorang pria bersenjata menggores telinga kanan Trump.
Trump kembali ke Butler hampir tiga bulan kemudian untuk berkampanye dan menyampaikan pesan kepada para pendukungnya.
"Malam ini, saya kembali ke Butler di tengah tragedi dan kepedihan untuk menyampaikan pesan sederhana kepada rakyat Pennsylvania dan rakyat Amerika," ia mengungkapkan di depan publik Butler County.
Kedua insiden ini terjadi menjelang pemilihan umum Amerika Serikat pada November 2024.
Dalam pemilu tersebut, Trump kembali terpilih sebagai presiden setelah sebelumnya kalah dari Joe Biden pada 2020.
- Penulis :
- Leon Weldrick








