Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Desak Ukraina dan Rusia Akhiri Perang Pertengahan 2026, Zelenskyy Sebut Ada Tekanan Politik Dalam Negeri

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

AS Desak Ukraina dan Rusia Akhiri Perang Pertengahan 2026, Zelenskyy Sebut Ada Tekanan Politik Dalam Negeri
Foto: Arsip Foto - Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbincang di Basilika Santo Petrus di Vatikan 26/4/2025 (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah meminta Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang paling lambat pada awal musim panas atau pertengahan tahun 2026.

Zelenskyy menyatakan bahwa AS kemungkinan akan memberikan tekanan tambahan kepada kedua pihak agar tenggat waktu tersebut dapat dicapai.

Menurutnya, permintaan itu berkaitan dengan isu internal Amerika Serikat, khususnya dimulainya kampanye pemilu paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.

Usulan Pertemuan dan Inisiatif Trump

Zelenskyy juga menyebut bahwa AS mengusulkan diadakannya pertemuan pertama antara tim negosiasi Rusia dan Ukraina, yang kemungkinan besar akan berlangsung di Miami dalam sepekan ke depan.

Selain itu, AS mendorong kedua negara untuk mendukung kembali inisiatif mantan Presiden Donald Trump, yang berfokus pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi.

"Ukraina telah menyatakan dukungan terhadap inisiatif tersebut," ungkap Zelenskyy.

Namun, ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Rusia mengenai hal tersebut.

Hasil Perundingan di Abu Dhabi

Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy setelah mengikuti perundingan trilateral antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4–5 Februari 2026.

Salah satu hasil dari perundingan tersebut adalah kesepakatan pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina, yang menjadi pertukaran pertama dalam lima bulan terakhir.

Sebelumnya, pertemuan awal antara ketiga negara juga telah berlangsung di Abu Dhabi pada 23–24 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk meredakan konflik yang telah berlangsung sejak 2022.

Penulis :
Shila Glorya