Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Perkirakan Kesepakatan dengan Iran Terwujud dalam Sebulan di Tengah Ketegangan Nuklir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Perkirakan Kesepakatan dengan Iran Terwujud dalam Sebulan di Tengah Ketegangan Nuklir
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mengharapkan kesepakatan dengan Iran dapat terwujud dalam waktu sekitar satu bulan ke depan di tengah berlanjutnya negosiasi terkait program nuklir Tehran.

Saat ditanya di Gedung Putih mengenai jangka waktu kesepakatan tersebut, Trump mengatakan, "Saya kira dalam sebulan ke depan, sesuatu seperti itu, seharusnya terjadi dengan cepat."

Ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan menimbulkan dampak serius bagi kedua pihak.

"Kita harus membuat kesepakatan, jika tidak, itu akan sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus membuat kesepakatan," kata Trump.

Ia juga menyinggung serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu.

"Mereka seharusnya membuat kesepakatan sejak awal. Mereka malah mendapatkan Midnight Hammer, dan ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan," katanya.

Pertemuan dengan Netanyahu dan Lanjutan Negosiasi

Trump menyebut telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Kami mengadakan pertemuan yang sangat baik kemarin dengan Bibi Netanyahu, dan dia mengerti, tetapi pada akhirnya terserah saya. Jika kesepakatan itu bukan kesepakatan yang sangat adil dan sangat baik dengan Iran, maka saya pikir itu akan menjadi masa yang sangat sulit bagi mereka," tambahnya.

Setelah pertemuan tersebut, Trump menyatakan belum ada keputusan pasti selain desakan agar negosiasi dengan Iran terus dilanjutkan.

Ketika ditanya apakah Netanyahu ingin pembicaraan dihentikan, ia menjawab, "Kami tidak membahas itu. Saya akan berbicara dengan mereka selama yang saya inginkan, dan kita akan lihat apakah kita bisa mendapatkan kesepakatan dengan mereka."

AS dan Iran sebelumnya telah menggelar negosiasi di Oman untuk pertama kalinya sejak serangan Juni dan diperkirakan akan melanjutkan putaran pembicaraan berikutnya.

Pertemuan itu menandai berakhirnya penangguhan negosiasi selama kurang lebih delapan bulan.

Perbedaan Sikap soal Pengayaan Uranium

Di tengah proses negosiasi, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan dengan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan.

Iran menilai AS dan Israel mengarang dalih untuk melakukan intervensi militer dan mendorong perubahan rezim.

Tehran memperingatkan akan menanggapi setiap serangan militer dan bersikeras agar sanksi ekonomi Barat dicabut sebagai imbalan pembatasan program nuklirnya.

Pengayaan uranium menjadi poin utama perselisihan antara kedua negara.

AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan memindahkan uranium yang sangat diperkaya ke luar negeri, tuntutan yang ditolak Tehran.

Washington juga ingin memasukkan program rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan dalam agenda perundingan.

Namun, Tehran menegaskan tidak akan menegosiasikan isu di luar program nuklirnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf