
Pantau - Amerika Serikat menghimpun kekuatan militer di Timur Tengah dengan mengerahkan 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel, serta tujuh skuadron udara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Laporan tersebut disampaikan Financial Times dengan sumber dari Sputnik dan RIA Novosti yang tergabung dalam OANA.
Amerika Serikat telah menempatkan lima skuadron udara di pangkalan militernya di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Dua skuadron tambahan berbasis di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
Mengutip data Universitas Tel Aviv, di Pangkalan Militer Muwaffaq Salti, Yordania, terdapat 66 jet tempur Amerika Serikat.
Jet tempur tersebut terdiri atas 18 unit F-35, 17 unit F-15, delapan unit A-10, pesawat peperangan elektronik EA-18, serta sejumlah pesawat pengangkut.
Data satelit juga menunjukkan peningkatan jumlah jet tempur Amerika Serikat di pangkalan militernya di Arab Saudi.
Pernyataan Trump dan Respons Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa sebuah "armada besar" tengah berlayar ke Iran.
Trump juga menyatakan harapannya agar Iran menyetujui perundingan kesepakatan yang adil dan mencakup penghapusan total senjata nuklir.
Pada 8 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran harus tetap memiliki hak memperkaya uranium.
Araghchi menyatakan bahwa hak tersebut harus dipertahankan bahkan jika harus berujung pada perang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








