
Pantau - Iran menyatakan kesiapan berunding dengan Amerika Serikat demi mencapai kesepakatan nuklir yang adil dan setara serta dalam waktu sesingkat mungkin.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa, 24 Februari, menyampaikan bahwa Teheran akan melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Araghchi menyebut putaran baru perundingan akan bertumpu pada kesepahaman yang telah dibangun dalam dua putaran sebelumnya di Muscat dan Jenewa.
Teheran dan Washington dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung di bawah mediasi Oman di ibu kota Swiss, Bern, pada Kamis.
Setelah putaran terakhir perundingan, kedua pihak memberikan penilaian positif dan menyatakan telah menyepakati "prinsip-prinsip panduan" yang diharapkan pihak Iran dapat membuka jalan menuju potensi kesepakatan.
Komitmen Iran soal Senjata Nuklir
Araghchi menegaskan bahwa "keyakinan mendasar" Iran sudah jelas.
Ia mengatakan "negaranya dalam keadaan apa pun" tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.
Ia juga menegaskan rakyat Iran tidak akan pernah melepaskan hak mereka untuk memanfaatkan hasil teknologi nuklir damai bagi kepentingan masyarakat.
Araghchi menyebut terdapat peluang bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat menjawab kekhawatiran bersama dan mewujudkan kepentingan bersama.
Ia menyatakan "Sebuah kesepakatan berada dalam jangkauan, namun hanya jika diplomasi dijadikan prioritas,", ungkapnya.
Diplomat tertinggi Iran tersebut menambahkan bahwa Teheran telah membuktikan akan "melakukan segala cara" untuk melindungi kedaulatannya di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Ia menegaskan semangat yang sama akan dibawa ke meja perundingan untuk mengupayakan penyelesaian damai atas setiap perbedaan.
Ketegangan Militer dan Harapan Kesepakatan Cepat
Perundingan nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington berlangsung di tengah peningkatan besar-besaran kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Situasi tersebut juga beriringan dengan latihan militer intensif yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat NPR pada Selasa pagi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang politik sekaligus anggota kunci tim perunding Majid Takht-Ravanchi mengatakan Teheran siap mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington sesegera mungkin.
Ia menyatakan Iran akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkannya.
Ia menambahkan delegasi Iran akan memasuki ruang perundingan di Jenewa dengan penuh ketulusan dan itikad baik, seraya berharap sikap tersebut dibalas sepadan oleh pihak Amerika.
Menurutnya, jika terdapat kemauan politik dari semua pihak, kesepakatan dapat dicapai dengan sangat cepat.
- Penulis :
- Arian Mesa







