
Pantau - Rusia menuduh Inggris dan Prancis mengancam rezim nonproliferasi nuklir global setelah muncul laporan intelijen bahwa kedua negara itu bersiap memasok senjata nuklir atau kemampuan terkait kepada Ukraina.
Pernyataan itu disampaikan di Moskow pada Rabu, 25 Februari 2026, menyusul laporan Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia terkait dugaan pengiriman senjata tersebut.
Foto yang diambil pada 1 Desember 2025 memperlihatkan pemandangan Kremlin di Moskow, Rusia, yang menjadi pusat pemerintahan negara tersebut.
Rusia Sebut Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa 24/2 mengatakan, "Informasi ini sangat penting."
Ia menyebut rencana tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap norma hukum internasional, termasuk Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir.
Peskov menyampaikan bahwa Rusia akan mempertimbangkan informasi itu dalam menentukan posisinya pada perundingan terkait konflik Ukraina.
Intelijen Rusia Ungkap Dugaan Transfer Nuklir Terselubung
Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa London dan Paris tengah mempertimbangkan untuk mentransfer senjata nuklir atau kemampuan terkait ke Kiev.
Langkah tersebut dipertimbangkan karena kedua negara menilai peluang kemenangan atas Rusia kecil jika hanya mengandalkan angkatan bersenjata Ukraina.
Dinas intelijen itu juga menyebut Jerman telah menolak bergabung dalam upaya yang disebutnya berbahaya tersebut.
Menurut laporan yang sama, London dan Paris sedang menyusun pengaturan untuk memasok senjata nuklir beserta sistem pengirimannya secara terselubung.
Pengaturan tersebut mencakup transfer komponen serta teknologi terkait nuklir dari Eropa secara diam-diam.
- Penulis :
- Shila Glorya







