Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Ratusan Warga New York Gelar Aksi Protes, Kecam Serangan AS terhadap Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ratusan Warga New York Gelar Aksi Protes, Kecam Serangan AS terhadap Iran
Foto: (Sumber: Pecahan rudal jatuh di udara setelah dicegat di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2016. ANTARA/Xinhua/Chen Junqing.)

Pantau - Ratusan warga di New York City berkumpul di Times Square dan berpawai di sepanjang jalan untuk memprotes serangan udara terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Massa mengecam serangan tersebut dan mendesak pemerintah mengalihkan anggaran negara untuk pendidikan, perumahan, serta kebutuhan domestik lainnya.

Pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan Hentikan Perang di Iran, Tidak Ada Perang Penggantian Rezim, serta Trump Harus Mundur Sekarang.

Mereka juga meneriakkan slogan seperti Jangan campuri urusan Timur Tengah dan Hidup pembebasan, hapuskan penjajahan.

Direktur pendidikan di The People's Forum Layan Fuleihan menyatakan “Kita tidak boleh melupakan bahwa Amerika Serikat-lah yang memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan. Amerika Serikat (AS) jugalah yang mengarahkan hulu ledak nuklir tersebut ke kota-kota dan pemukiman warga sipil seperti kita semua di seluruh dunia.”

Ia menambahkan “Iran tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang digunakan untuk menipu kami 20 tahun yang lalu.”

Fuleihan juga menyampaikan “Tidak ada alasan sama sekali dan tidak ada pekerja atau keluarga di AS yang mengatakan bahwa mereka bangun setiap hari dan merasa takut terhadap Iran. Ini bukan kenyataan di negara ini.”

Kritik terhadap Kebijakan Luar Negeri AS

Dalam selebaran yang dikaitkan dengan David North, ketua Partai Kesetaraan Sosialis di AS, disebutkan “Serangan terhadap Iran oleh Donald Trump dan kelompoknya yang gila perang merupakan kejahatan politik yang besar, melanggar hukum internasional, dan bertentangan langsung dengan Konstitusi AS.”

Selebaran tersebut juga menyatakan Presiden AS Donald Trump telah menempatkan AS dan dunia pada jalur yang menghancurkan serta perang tidak akan menyelesaikan krisis internal masyarakat Amerika.

Pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri Marilyn Vogt-Downey menyebut pemerintah AS sebagai kekuatan imperialis paling agresif dalam sejarah dan menilai konflik tersebut sebagai perang imperialis lainnya.

Penyelenggara aksi menyatakan lebih banyak demonstrasi menentang perang terhadap Iran akan digelar di New York City dalam beberapa hari mendatang.

Penulis :
Gerry Eka