Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Senat Amerika Gagal Loloskan Resolusi Pembatasan Aksi Militer Trump terhadap Iran di Tengah Perdebatan Sengit

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Senat Amerika Gagal Loloskan Resolusi Pembatasan Aksi Militer Trump terhadap Iran di Tengah Perdebatan Sengit
Foto: Senator Demokrat senior Tim Kaine, yang turut mengajukan resolusi tersebut, mengatakan "pemerintahan ini dan berbagai alasannya yang terus berubah, bahkan dalam forum tertutup sekalipun, tidak dapat menunjukkan bukti apa pun, tidak ada sama sekali, bahwa AS berada di bawah ancaman serangan yang akan segera terjadi dari Iran."

Pantau - Senat Amerika Serikat pada Rabu, 4 Maret 2026, gagal meloloskan resolusi kewenangan perang yang bertujuan membatasi operasi militer Presiden Donald Trump terhadap Iran setelah mayoritas senator dari Partai Republik memblokir langkah tersebut dalam pemungutan suara dengan hasil 53 menolak berbanding 47 mendukung.

Resolusi tersebut dirancang untuk mencegah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan militer lanjutan terhadap Iran tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Kongres.

Pemungutan suara di Senat berlangsung setelah perdebatan sengit antara anggota Partai Demokrat dan Partai Republik mengenai kebijakan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Perbedaan Tajam Demokrat dan Republik

Mayoritas anggota Partai Demokrat mengecam serangan militer terhadap Iran dan menilai tindakan tersebut berisiko serta tidak didasarkan pada ancaman yang jelas terhadap Amerika Serikat.

Senator Demokrat senior Tim Kaine yang ikut mengajukan resolusi tersebut mengkritik alasan pemerintah terkait ancaman dari Iran.

Ia mengatakan, "pemerintahan ini dan berbagai alasannya yang terus berubah, bahkan dalam forum tertutup sekalipun, tidak dapat menunjukkan bukti apa pun, tidak ada sama sekali, bahwa AS berada di bawah ancaman serangan yang akan segera terjadi dari Iran."

Tim Kaine juga mempertanyakan apakah Amerika Serikat telah mengambil pelajaran dari konflik panjang di Timur Tengah selama puluhan tahun.

Ia menyampaikan, "Apakah kita tidak belajar apa pun dari 25 tahun perang di Timur Tengah? Sebanyak 14.000 tentara dan kontraktor AS tewas di Iran dan Afghanistan ... ratusan ribu kematian warga sipil ... di Iran dan Afghanistan, lebih dari 8 triliun dolar AS yang seharusnya bisa digunakan untuk layanan kesehatan, perumahan, dan pendidikan rakyat Amerika malah dihabiskan untuk perang di Afghanistan dan Irak. Dan apa yang kita dapatkan dari semua itu?"

Republik Bela Kebijakan Militer Trump

Sementara itu, mayoritas anggota Partai Republik membela kebijakan Presiden Donald Trump dan menilai langkah militer terhadap Iran sebagai tindakan yang diperlukan demi kepentingan keamanan nasional.

Mereka berpendapat kebijakan tersebut memiliki alasan yang kuat dan penting untuk menghadapi ancaman dari Iran.

Sejumlah anggota Partai Republik juga menuding Partai Demokrat menentang kebijakan tersebut lebih karena pertimbangan politik partisan dibandingkan kepentingan keamanan nasional.

Senator Demokrat Patty Murray yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Alokasi Anggaran Senat menyatakan kekhawatirannya terhadap rencana militer tersebut.

Ia menilai Amerika Serikat tidak seharusnya mempertaruhkan nyawa warganya dalam rencana militer yang belum memiliki tujuan jelas dan masa depan yang pasti.

Penulis :
Shila Glorya