Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Tekankan Pentingnya Kepercayaan dalam Hubungan dengan Amerika Serikat Jelang Kunjungan Trump

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

China Tekankan Pentingnya Kepercayaan dalam Hubungan dengan Amerika Serikat Jelang Kunjungan Trump
Foto: (Sumber: Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing, China pada Minggu (8/3/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia).)

Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan masa depan hubungan China dan Amerika Serikat memerlukan pembangunan rasa saling percaya agar kerja sama kedua negara dapat berkembang secara positif.

Wang Yi mengatakan sikap China selalu terbuka terhadap hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.

Ia menilai hubungan kedua negara akan berkembang jika Amerika Serikat juga bergerak ke arah yang sama.

Wang Yi mengatakan, “Sikap China selalu positif dan terbuka, kuncinya adalah pihak AS juga harus bergerak ke arah yang sama. Saya yakin, selama kedua negara tulus dan membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, kami dapat terus memperpanjang daftar kerja sama dan mempersingkat daftar masalah.”

Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers mengenai kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China di Beijing.

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kemungkinan agenda pembicaraan dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026.

Tahun Penting bagi Hubungan China–AS

Wang Yi menyebut tahun 2026 menjadi momen penting bagi hubungan antara China dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, “Tahun 2026 memang merupakan tahun besar bagi hubungan China-AS dan agenda pertemuan tingkat tinggi sudah ada di atas meja kami.”

Menurutnya hubungan kedua negara memiliki pengaruh besar terhadap kondisi dunia.

Ia menilai jika kedua negara tidak berkomunikasi maka kesalahpahaman dan salah penilaian dapat terjadi.

Wang Yi mengatakan, “Kedua negara tidak berhubungan satu sama lain hanya akan menimbulkan salah paham dan salah penilaian, sementara konflik dan konfrontasi hanya akan membawa bencana bagi dunia.”

Ia menegaskan China dan Amerika Serikat merupakan dua negara besar yang tidak dapat saling mengubah satu sama lain.

Namun kedua negara dapat mengubah cara mereka bersikap satu sama lain melalui sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Dorong Tatanan Dunia Multipolar

Wang Yi juga menilai sistem dunia yang multipolar merupakan tatanan internasional yang seharusnya.

Ia menegaskan sejarah dunia ditulis bersama oleh lebih dari 190 negara dan masa depan umat manusia dibentuk oleh seluruh masyarakat dunia.

Menurutnya perebutan hegemoni antarnegara besar hanya akan menimbulkan penderitaan bagi umat manusia.

Wang Yi menegaskan China tidak akan mengikuti pola lama yang menempatkan negara kuat sebagai pihak yang mendominasi.

Ia menyebut konstitusi China menegaskan kebijakan luar negeri independen serta pembangunan damai.

China juga menyatakan komitmennya untuk membangun dunia multipolar yang setara dan tertib.

Dalam tatanan tersebut seluruh negara memiliki kedudukan yang setara dan memainkan peran masing-masing dalam sistem internasional.

Wang Yi juga menekankan seluruh negara harus mematuhi aturan internasional termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta norma dasar hubungan internasional.

Isu Taiwan dalam Hubungan China–AS

Komunikasi terakhir antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terjadi melalui sambungan telepon pada 5 Februari 2026.

Dalam percakapan tersebut Xi Jinping menegaskan isu Taiwan merupakan masalah paling penting dalam hubungan China dan Amerika Serikat.

Ia meminta Amerika Serikat menangani isu penjualan senjata ke Taiwan secara bijaksana.

Amerika Serikat diketahui menjual senjata dan peralatan terkait kepada Taiwan senilai lebih dari 11 miliar dolar AS pada 17 Desember 2025.

Pemerintah China menyatakan protes keras terhadap tindakan tersebut.

Dalam percakapan tersebut Donald Trump menyatakan Amerika Serikat ingin bekerja sama dengan China serta meningkatkan kemajuan hubungan bilateral kedua negara.

Penulis :
Gerry Eka