Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Prabowo dan Mohammed bin Salman Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah Melalui Telepon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Prabowo dan Mohammed bin Salman Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah Melalui Telepon
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MbS) dalam pertemuan bilateral di Istana Al-Salam, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (2/7/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa..)

Pantau - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membahas eskalasi militer di kawasan Timur Tengah melalui percakapan telepon pada Rabu 11 Maret.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa Mohammed bin Salman menerima panggilan telepon dari Presiden Prabowo Subianto.

Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di akun media sosial resminya.

Dalam percakapan tersebut kedua pemimpin membahas perkembangan eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Mereka juga membahas implikasi serius dari konflik tersebut terhadap perdamaian regional dan global.

Presiden Indonesia menekankan pentingnya segera menghentikan aksi militer yang terjadi di kawasan tersebut.

Presiden juga memperingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi merusak keamanan dan stabilitas kawasan.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan besar serta menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada Selasa 10 Maret, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat serangan yang melibatkan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti