Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ancam Serang Pusat Data di Negara Arab yang Diduga Dukung Operasi Militer Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ancam Serang Pusat Data di Negara Arab yang Diduga Dukung Operasi Militer Amerika Serikat
Foto: (Sumber : Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar).)

Pantau - Pemerintah Iran menyatakan kemungkinan akan menyerang pusat data yang berada di sejumlah negara Arab karena diduga digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi militer dan intelijen terhadap Iran.

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber diplomatik Iran kepada kantor berita Rusia RIA Novosti pada Rabu 11 Maret 2026.

Sumber tersebut mengatakan, "Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi intelijen dan militer terhadap Iran. Ada kemungkinan Iran menyerang pusat-pusat data itu dalam beberapa hari mendatang".

Diplomat Iran tersebut menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak hanya memanfaatkan pusat data tetapi juga menggunakan infrastruktur fiber optic yang berada di negara-negara Arab.

Menurutnya jaringan tersebut diduga dimanfaatkan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan Iran.

Ia menilai kemungkinan serangan terhadap pusat data dan jaringan fiber optic di negara-negara Timur Tengah cukup besar.

Hal itu didasarkan pada anggapan bahwa pemerintah negara-negara Arab tidak mengambil langkah untuk mencegah penggunaan infrastruktur mereka oleh militer Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menyebut penggunaan fasilitas tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan oleh militer Amerika Serikat.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil di Iran.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun kedua negara tersebut kemudian menjelaskan bahwa operasi militer itu juga bertujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf