
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluhkan sikap sejumlah sekutu yang dinilai enggan mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan tersebut.
Trump menyatakan beberapa negara tidak menunjukkan komitmen meski telah lama mendapat perlindungan dari Amerika Serikat.
"Banyak negara telah memberi tahu saya bahwa mereka sedang menuju lokasi, beberapa sangat antusias, beberapa tidak. Beberapa adalah negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun," kata Trump.
Ia juga menyoroti penolakan sejumlah negara saat diminta berkontribusi langsung dalam operasi tersebut.
"Kami ingin tahu, 'Apakah Anda memiliki kapal penyapu ranjau?' Mereka menjawab, 'Kami lebih suka tidak terlibat.' Selama 40 tahun, kami melindungi Anda, dan Anda tidak ingin terlibat dalam hal yang sangat kecil," ujarnya.
Trump sebelumnya meminta negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan jalur pelayaran.
Ketegangan Meningkat di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, yang menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung pada keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz.
Dampak terhadap Jalur Energi Global
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke berbagai pasar global.
Gangguan di wilayah tersebut memicu kekhawatiran terhadap ekspor dan produksi energi dunia.
Di sisi lain, Prancis dan sejumlah negara dilaporkan tengah menyiapkan misi bersama untuk menjaga keamanan kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.
Trump juga meragukan komitmen sekutu NATO dalam membela Amerika Serikat sebagaimana selama ini AS mendukung aliansi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








