Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Mendesak Israel Hentikan Serangan dan Hormati Kedaulatan Lebanon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Uni Eropa Mendesak Israel Hentikan Serangan dan Hormati Kedaulatan Lebanon
Foto: (Sumber : Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa..)

Pantau - Uni Eropa menyerukan Israel untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Lebanon dan menghormati kedaulatan serta integritas teritorial negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Uni Eropa Soroti Eskalasi dan Perlindungan Warga Sipil

Seruan itu disampaikan para pemimpin Eropa usai pertemuan Dewan Eropa pada Jumat (20/3) menyusul operasi udara dan darat Israel di Lebanon.

"Dewan Eropa menyerukan Israel untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut melalui operasi udara atau darat dan untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Uni Eropa juga meminta semua pihak memastikan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil serta menghindari tindakan yang memicu pengungsian lebih lanjut.

Militer Israel pada 16 Maret mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.

Operasi itu disebut melanggar perjanjian gencatan senjata yang dimediasi secara internasional pada November 2024 berdasarkan laporan berulang dari otoritas Lebanon.

Sejumlah Negara Eropa Mulai Evakuasi Personel Militer

Di tengah situasi yang memburuk, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengeluarkan izin untuk menarik tentara dari kontingen Italia yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL.

"Situasinya sangat kompleks, dan jika kita menganggap kehadiran militer kita dan kehadiran PBB tidak berguna… kita sudah memiliki sarana, baik angkatan laut maupun udara, untuk memulangkan tentara kita ke Italia," ungkapnya dalam wawancara dengan radio RTL 102.5 pada Kamis (19/3).

Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai kemungkinan penarikan akan diambil bersama negara-negara lain.

Kementerian Pertahanan Kroasia juga mengumumkan bahwa delapan tentaranya telah dievakuasi dari misi NATO di Irak dan Lebanon.

"Tujuh tentara Kroasia yang berpartisipasi dalam misi NATO di Irak telah dievakuasi dengan selamat hari ini, kami berhasil menyelesaikan evakuasi tentara Kroasia dari misi di Lebanon pekan lalu dan sekarang dari Irak. Kami berterima kasih kepada sekutu kami atas bantuan mereka dalam evakuasi delapan tentara Kroasia," ungkap kementerian tersebut.

Spanyol turut mengevakuasi 100 tentaranya dari Irak, sementara 200 personel lainnya masih berada di negara tersebut menurut Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles.

Penulis :
Ahmad Yusuf