Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

NATO Pindahkan Misi dari Irak ke Eropa Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

NATO Pindahkan Misi dari Irak ke Eropa Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Foto: (Sumber : Markas NATO di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/am.).)

Pantau - NATO memindahkan seluruh personel misinya di Irak ke Eropa sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemindahan Personel dan Alasan Operasional

Markas Besar Tertinggi Pasukan Sekutu Eropa menyatakan bahwa seluruh personel Misi NATO di Irak telah dipindahkan dengan aman, dengan staf terakhir meninggalkan Irak pada 20 Maret 2026.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Republik Irak dan semua Sekutu yang membantu dalam pemindahan personel NATO dari Irak dengan aman," ungkap Jenderal Alexus Grynkewich.

Ia juga menambahkan bahwa personel tetap menjalankan tugasnya selama masa transisi berlangsung.

Setelah relokasi, misi NATO akan dilanjutkan dari Komando Pasukan Gabungan di Naples, Italia, sebagai bagian dari penyesuaian postur operasional.

Dampak Eskalasi Konflik Timur Tengah

Misi NATO di Irak tetap bersifat non-tempur dengan fokus pada pelatihan dan penguatan kapasitas lembaga keamanan Irak.

Aliansi tersebut menegaskan tujuan misi adalah membantu Irak membangun pasukan keamanan yang stabil, transparan, dan mampu melawan terorisme serta mencegah kebangkitan kelompok ISIS.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya konflik setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan sekitar 1.300 orang.

Iran kemudian membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Situasi keamanan yang memburuk di kawasan menjadi faktor utama NATO dalam menyesuaikan strategi dan memindahkan operasional misinya ke wilayah yang lebih aman.

Penulis :
Ahmad Yusuf