Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Survei Reuters/Ipsos: Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke Titik Terendah akibat BBM dan Perang Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Survei Reuters/Ipsos: Kepuasan Publik terhadap Trump Turun ke Titik Terendah akibat BBM dan Perang Iran
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Tingkat kepuasan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah turun dalam beberapa hari terakhir ke level terendah sejak dimulainya masa jabatan keduanya, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penolakan luas atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran, menurut sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa (24/3). ANTARA/Xinhua..)

Pantau - Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun ke level terendah sejak awal masa jabatan keduanya, dipicu lonjakan harga bahan bakar dan penolakan terhadap perang dengan Iran.

Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa (24/3) menunjukkan hanya 36 persen warga AS yang puas terhadap kinerja Trump, turun dari 40 persen pada pekan sebelumnya.

Penurunan ini mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap kebijakan ekonomi dan militer yang diambil pemerintah.

Survei tersebut juga menunjukkan hanya 25 persen responden yang puas dengan penanganan biaya hidup oleh Trump.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja ekonomi berada di angka 29 persen, menjadi yang terendah sepanjang masa kepresidenannya.

Isu ekonomi, khususnya kenaikan harga BBM, dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi publik.

Selain faktor ekonomi, konflik dengan Iran yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan turut menurunkan dukungan terhadap Trump.

Sejumlah tokoh politik dan opini publik, termasuk dari basis pendukungnya sendiri, mulai mendesak penghentian perang.

Tokoh seperti Steve Bannon, Tucker Carlson, dan Megyn Kelly secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Kondisi ini menambah tekanan politik bagi Trump di tengah dinamika domestik dan internasional yang semakin kompleks.

Penulis :
Ahmad Yusuf