
Pantau - Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Usulan tersebut disampaikan melalui Pakistan dan mencakup berbagai isu strategis, termasuk program nuklir, rudal balistik, serta keamanan maritim di Selat Hormuz.
Menurut laporan media, rencana ini masih dalam tahap penjajakan dan belum dipastikan apakah Iran akan menerima atau apakah Israel mendukung inisiatif tersebut.
Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir disebut menjadi tokoh kunci dalam menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran.
Pakistan juga menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan jika kedua pihak sepakat melanjutkan proses diplomasi.
Langkah ini sejalan dengan upaya internasional untuk menurunkan eskalasi konflik yang terus memanas.
Meski ada sinyal diplomasi, pertempuran antara AS-Israel dan Iran masih berlanjut dengan intensitas tinggi.
Serangan udara sejak 28 Februari dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang dan memicu serangan balasan berupa drone dan rudal.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut adanya pembicaraan yang “sangat baik dan produktif”, meski Iran membantah adanya negosiasi langsung.
Ketegangan ini terus berdampak pada stabilitas kawasan, infrastruktur, serta pasar global dan jalur penerbangan internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








